judul gambar
HukumPeristiwa

Warga “Melawan” Pasukan Militer Myanmar Terpaksa Kabur ke Hutan

ABN.Id| Myanmar – Warga menggunakan senjatan buatan sendiri saat menghadapi pasukan junta militer Myanmar dalam sebuah kerusuhan.

Pertikaian itu terjadi di dekat Desa Thapyayaye di Yinmabin, wilayah Sagaing, Jumat (2/4).

Kerusuhan terjadi pukul 4 pagi, setelah para warga desa melakukan aksi bertahan melawan 100 tentara junta militer yang akan melakukan penyerbuan ke desa.

Seorang warga mengungkapkan, pasukan junta militer berusaha menyerang desa karena sejumlah warga dan biksu desa memimpin unjuk rasa antikudeta junta militer.

Warga desa sendiri berjumlah ratusan yang berasal dari desa-desa lainnya di Yinmabin dan Kani, yang ikut membantu.

Para warga menggunakan senjata buatan sendiri seperti pistol dan senjata tekanan gas yang menembakkan kaca atau bola baja.

Sementara itu, pasukan junta militer menggunakan peluru tajam.

“Kami harus melawan balik. Jika tidak, generasi selanjutnya akan menghadapi situasi terburuk dari kami. Mereka tak memiliki hukum,” ujar seorang warga dikutip dari The Irrawaddy.

Warga desa mengungkapkan pada siang hari, pasukan junta militer kabur ke dalam hutan setelah menghadapi serangan dari para penduduk.

“Kami tak tahu persis bagaimana memutuskan untuk maju. Kami belum pernah melihat bentrokan seperti itu antara pasukan militer dan warga desa sebelumnya,” lanjutnya.

Meski begitu, enam warga termasuk beberapa yang cedera berhasil ditahan oleh pasukan junta militer Myanmar.

Kian masifnya keberutalan junta militer, membuat para demonstran kini juga mempersenjatai diri mereka dengan senjata buatan sendiri. Selain pistol dan senapan tekanan gas, mereka juga membuat panah sendiri serta bom molotov.

Para warga desa juga melakukan serangan pada pasukan junta militer yang berusaha menyerang Kota Kale di Sagaing selama empat hari. (Redaksi)

Editor: Dahlan
Sumber : Kompas.com

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button