judul gambar
HukumKriminalNasionalPeristiwa

Selama 8 Tahun Leluasa, Akhirnya Aksi MD Digulung Polisi

Berita Nasional Aceh- Banyuwangi| “Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya pasti akan jatuh jua”, demikian pepatah lama mengatakan.

MD alias BD (40) warga Dusun Gunungsari RT/RW 001/005, Desa/Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Selalu lolos dan tersembunyi aksi bejatnya terhadap anak tirinya.

Kebejatan pria paruh baya dan tak bermoral ini berhasil terbongkar setelah 8 tahun menggagahi anak tirinya.

MD pertama kali melakukan perbuatan bejat itu pada tahun 2013 lalu. Saat itu usia Melati (nama samaran) yang merupakan anak tirinya masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD). Aksi bejat itu dilakukan diiringi dengan pemaksaan dan bermacam ancaman hingga akhirnya pelaku di ringkus oleh pihak penegak hukum.

Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu, melalui Kapolsek Bangorejo AKP Mujiono, kepada awak media memaparkan bahwa perbuatan pelaku sudah berlangsung sejak delapan tahun lalu.

“Saat itu sesuai keterangan korban, pelaku masuk ke kamar tidur korban sekira pukul 24.00 WIB, dan kemudian memaksa untuk bersetubuh. Selanjutnya sejak kejadian itu pelaku sering melakukan perbuatannya, baik malam maupun siang hari ketika ibu korban sedang tidak berada dirumah,” terang Kapolsek Mujiono, Kamis (8/7).

Lebih lanjut kata Kapolsek Mujiono, selama kurun waktu 8 tahun pelaku sering memaksa anak tirinya untuk melayani nafsu bejatnya dengan disertai ancaman.

Sehingga membuat korban ketakutan, dan tidak berani melaporkan perbuatan pelaku. Akibatnya korban saat ini mengalami trauma berat, apalagi ketika melihat pelaku.

“Korban mengalami trauma berat,” simpulnya.

Aksi tersebut mulai terbongkar ketika korban berani melapor apa yang dialaminya kepada pihak berwajib, saat usia korban sudah remaja dan dibantu oleh teman prianya.

“Berdasarkan laporan korban, pelaku sudah kita amankan dan kita jerat dengan pasal 76E Jo pasal 82 ayat 1, Sub pasal 76D Jo pasal 81 ayat 1, UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Jo UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 02 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU dan atau melakukan perbuatan cabul sebagaimana dimaksud dalam pasal 289 KUHP,” demikian tukas Kapolsek Mujiono. (Redaksi)

Editor : Dahlan
Koresponden : Hari/Beritanasional.id

Show More
judul gambar judul gambar judul gambar judul gambar judul gambar

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button