judul gambar
DaerahKriminalPeristiwaSuara Rakyat

Sejumlah Organisasi Diduga Jadi “Preman Gampong” di Pasar Inpres Lhokseumawe, SMUR Minta Polisi Bertindak

ABN.Id| Lhokseumawe – Komite Pimpinan Wilayah Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (KPW-SMUR) Lhokseumawe – Aceh Utara meminta pihak kepolisian dan Instansi yang menangani pasar Inpres Lhoksemawe dapat segera menindaklanjut permasalahan di Pasar tersebut terkait dengan dugaan pungli yang dilakukan oleh pihak tertentu selama ini.

Dimana aksi pungutan liar terhadap sopir angkutan yang beroperasi ke pasar tersebut sudah tidak dapat ditolerir lagi, karena sudah sangat meresahkan pihak sopir truk selama ini.

Ketua KPW-SMUR, Nanda Rizki melalui surat rilis kepada media ini menyampaikan bahwa, dugaan praktik pungli kian marak terjadi di pasar inpres. SMUR khawatir bila hal ini tidak segera ditindak oleh pihak penegak hukum, maka aksi pemerasan kepada sopir truk itu akan terus berlangsung.

“Setelah kami melakukan penelusuran kami menemukan indikasi-indikasi pungli, yang dilakukan oleh beberapa organisasi yang seperti premanisme terstruktur, hal ini diperkuat dengan kwitansi ilegal yang kami temukan,” Tulis Nanda Rizki melalui keterangan persnya kepada media ini, Kamis (22/04).

Menurut SMUR, sedikitnya ada tujuh organisasi yang diduga melakukan pengutipan sejumlah uang dari sopir truk angkutan yang kelaur masuk pasar inpres tersebut. Jumlah kutipan bervariasi mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 50.000 pertruk.

Beratnya dugaan aksi pemalakan oleh “preman gampong” berkedok organisasi itu, lanjut Nanda Rizki, pihaknya juga berhasil menemukan sejumlah kwistansi palsu yang digunakan oleh pelaku sebagai bukti pembayaran.

“Dengan besaran harga langsung di patok oleh oknum-oknum tersebut mulai dari Rp 15000, Rp 20000 sampai Rp 50000, maka hasil penelusuran kami ada 7 organisasi ilegal yang melakukan kutipan tersebut,” imbuh Nanda.

SMUR berharap pihak kepolisian setempat dapat segera turun tangan terhadap permasalahan itu demikian halnya Dinas terkait, mengingat aksi yang dilakukan oleh pihak oknum organisasi dimaksud sudah sangat meresahkan masyarakat di pasar inpres tersebut.

“Bila hal ini tidak segera ditindak lanjut oleh pihak penegak hukum dan instansi terkait, kita khawatir akan berefek buruk kedepan, terutama soal harga barang dan ketersediaan barang di pasar itu, sebab pihak sopir truk mulai enggan masuk ke dalam Pasar,” tambahnya. (Redaksi)

Editor : Dahlan
Koresponden : Mur

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button