judul gambar
PeristiwaSuara Rakyat

Sehari, Dua Tokoh Aceh Tutup Usia, Aceh Beduka

ABN.Id| Banda Aceh – “Aceh Kembali Beduka” itu kata kata yang pantas disematkan seiring dengan berpulangnya ke Rahmatullah dua orang tokoh Aceh secara bersamaan, pada Sabtu (22/5).

Tokoh tersebut adalah Mantan Gubernur Aceh, Syamsuddin Mahmud dan pimpinan Pondok pasantren Dayah Ulee titi, Siron Ingin Jaya, Aceh Besar.

Dikutip dari sejumlah sumber, Mantan Gubernur Aceh periode 1993-2000), Prof. Dr. H. Syamsudin Mahmud, M.Si, meninggal dunia disinyalir akibat terpapar Covid-19. Mantan wakil Gubernur Ibrahim Hasan ini juga sempat dirawat di rumah sakit umum Zainoel Abidin, namun sekira pukul 09.25 Sabtu pagi Stamsuddin mahmud menghembuskan nafas terakhir dan tutup usia.

Sementara, Waled Ibrahim tutup usia, pasca kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan jalan nasional lintas Banda Aceh- Medan, pusat Kota Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar, Sabtu siang.

Waled Ibrahim dikabarkan meninggal dunia tak lama setelah satu unit motor menabraknya dan pelaku turut mengalami luka parah dan harus mendapatkan perawatan intensif dari pihak medis.

Ucapan berlangsungkawan tampak mengalir dari berbagai pihak melalui bernagai media yang tersedia dan para masyarakat juga menyampaikan duka cita yang mendalam melalui media sosial, media massa dan sejumlah sarana publikasi lainnya.

Kecuali, Pemerintah Aceh juga melayangkan ucapan berlangsungkawanya atas kepergian dua Tokoh Aceh itu secara serentak.

Sebagaimana diketahui Syamsuddin Mahmud selain pernah menjadi pemimpin dan wakil pemimpin aceh di era 80-an hingga 90-an di Aceh, ia juga seorang guru/dosen di universitas ternama di Aceh, demikian halnya dengan Waled Ibrahim Ulee titi, beliau adalah selain seorang pimpinan dayah salafi yang terkenal di Aceh saat ini, beliau juga seorang ulama kharismatik aceh yang senantiasa dijadikan tempat rujukan umat dalam soal ilmu agama islam.

Ulama dan Umara Aceh kali ini kompak pergi dan meninggalkan anak cucu, umat dan kehidupan dunia ini, dari rakyat aceh patut untuk merenungi akan amanah dan pesan yang pernah dititipnya serta mengamalkannya, sementara di bidang pemerintahan juga perlu merenungi akan sepak terjang seorang syamsuddin mahmud dalam membangun Aceh sepanjang tahun 80-an hingga 2000.

Sembari mengirim doa kepada dua pahlawan Aceh dari Ulama dan Umara itu, semoga husnul khatimah dan segala amal ibadahnya diterimaNYA. Amin. (Redaksi)

Penulis: Dahlan
Editor: Zulfikar

Show More
judul gambar judul gambar judul gambar judul gambar judul gambar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button