judul gambar
Katamereka

Sanksi Dan Edukasi Masyarakat Yang Melanggar Prokes

Sulbar –Sebanyak 37 warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) diberi sanksi membersihkan pasar karena kedapatan tidak menggunakan masker. Banyak warga yang beralasan saat kedapatan tidak menggunakan masker.

“Saya lupa Pak, soalnya maskernya berada dalam tas yang satu, semalam kan saya pergi sama teman, jadi maskernya kebawa dalam tas yang satu,” kata seorang pengendara motor saat kedapatan tidak menggunakan masker di Pasar Induk Wonomulyo, Polman, Sulbar, Kamis . 1 Oktober

Petugas gabungan melakukan razia masker-protokol kesehatan terhadap sejumlah pedagang dan pengunjung di kawasan Pasar Pasar Induk Kecamatan Wonomulyo.

Razia dilakukan dengan menindaklanjuti Peraturan Bupati (Perbup) Polewali Mandar Nomor 32 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19.

“Sudah ada 37 pelanggar yang terjaring tidak memakai masker, selain tidak memakai masker, banyak juga yang kami temukan tidak memiliki KTP (kartu tanda penduduk),” kata Ketua Satgas COVID-19 Kecamatan Wonomulyo, Samiaji, kepada wartawan.

Samiaji mengaku, pelaksanaan Operasi Yustisi ini, efektif meningkatkan kesadaran warga, untuk selalu memakai masker saat beraktivitas, demi mencegah penularan virus corona.

“Menurut pantauan, kayakanya warga sudah mulai mematuhi protokol kesehatan untuk memakai masker, meskipun masih ada mereka yang melanggar,” imbuhnya.

Dia menegaskan, selain sanksi sosial, dalam perbup telah dijelaskan soal pemberian sanksi materi bagi warga yang masih kerap didapati melanggar protokol kesehatan.

“Dalam perbup ada dendanya, per orang Rp 50 ribu, usaha Rp 100 ribu, untuk saat ini kami masih tahap mensosialisasikan Perbup tersebut,” tuturnya.

Lanjut Samiaji , kita tetap mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol Kesehatan , karena dengan menggunakan masker , jaga jarak dan cuci tangan , merupakan cara yang sangat efektif memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 , dan sebagai rasa cinta pada keluarga , orang lain dan diri sendiri . Kata Samiaji

Show More

Related Articles

Back to top button