judul gambar
Pendidikan

RTA Gelar Diskusikan Pembelajaran Politik Islam Bagi Santri Dayah

ABN.Id| Banda Aceh – Para Santri dayah di Aceh diharapkan dapat diajarkan mata pelajaran politik Islam (Siyasah Syari’yyah). Karena diyakini memiliki orientasi kepada kebaikan.

Hal tersebut terungkap dalam dialog “pèh tèm” aktivis dayah yang yang diselenggarakan Pengurus Besar (PB) Rabithah Thaliban Aceh (RTA), Jum’at (5/3).

Kegiatan yang berlangsung di sekretariat PB RTA tersebut dihadiri puluhan aktivis santri dayah dan membicarakan rumusan pembelajaran mata pelajaran politik Islam (Siyasah Syari’yyah) bagi santri di dayah.

Acara dipandu oleh Dr. T. Zulkhairi (Ketua 1 RTA), menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya adalah Tgk Muhibushabri A. Wahab (Ketua Partai Daerah Aceh), Haekal Afifa (Ketua Majelis Akreditasi Dayah Aceh), Azhari, M.Si (Sekretaris Dinas Dayah Aceh) dan Tgk Marbawi Yusuf (Ketua RTA).

“Pelajaran politik Islam atau Siyasah Syari’yyah perlu diajarkan bagi santri-santri di dayah yang sudah kelas enam. Agar mereka paham tentang tujuan politik Islam serta pentingnya Islam mempengaruhi kebijakan yang berorientasi kepada kebaikan,” kata Haekal Afifa.

Hal ini kemudian direspon oleh Tu Sudan dengan mengatakan bahwa sebelum santri belajar Fiqh Siyasah maka bagi santri harus ditanamkan terlebih dahulu pendidikan akhlak yang kuat.

“Supaya ketika terjun ke dunia politik para santri sudah mampu menangkal tantangan dan tetap tampil sebagai pribadi yang baik dan mampu memberikan keteladanan bagi masyarakat,” ujar Tu Sudan yang merupakan Direktur Dayah ini.

Lanjut Tu Sudan, dengan kuatnya akhlak, maka seorang santri mampu berpolitik praktis nantinya dan senantiasa mampu berjuang untuk kepentingan ummat dan jauh dari perilaku yang menyimpang seperti perilaku korupsi dan kebijakan yang tidak memihak rakyat.

Sementara itu, Tgk Muhibushabri A Wahab atau lebih akrab disapa Abi Muhib dalam paparannya banyak membicarakan soal tantangan yang dihadapinya dalam perjuangan sebagai politisi dari partai politik berbasis dayah.

Abi Muhib banyak mengisahkan perjalanan karirnya sebagai politisi sejak di Partai Persatuan Pembangunan hingga sekarang di Partai Daerah Aceh.

“Kalau kalangan dayah tidak ada di parlemen maka jangan harap ada kebijakan yang pro dayah dan pro Syari’at Islam, kata Abi Muhib.

Acara dialog “pèh tèm aktivis dayah” diselenggarakan rutin oleh PB RTA untuk merespon berbagai isu aktual keacehan, isu-isu pendidikan dayah dan keislaman. (Redaksi)

Editor : Chandra D
Koresponden : Mur

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button