judul gambar
DaerahKesehatanNasional

Ribuan Warga dari 13 Gampong Serbu SMPN 2 Kota Jantho

Berita Nasional Aceh- Aceh Besar| Antrian panjang sepeda motor dan Mobil tampak memenuhi badan jalan simpang Komplek perumahan care, Teureubeh, Kota Jantho, Aceh Besar, Sabtu pagi (27/11).

Warga keluar masuk lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN)-2 Kota Jantho silih berganti, berbagai usia dan jenis kelamin turut hadir ke lokasi bekas lingkungan gudang material pengerjaan pembangunan perumahan Care tahun 2006 lalu itu.

Dari dalam lingkungan tersebut tampak dari arah depan gedung belakang sebuah tenda yang telah dipasang dan sejumlah warga tampak mengisi kursi yang tersedia. Satu persatu bangun dan menuju ke meja di arah teras gedung bagian timur di lingkungan sekolah tersebut untuk melakukan pendaftaran dan pengecekan kesehatan oleh petugas yang sudah menunggu.

Warga yang datang ke lokasi lingkungan SMPN 2 Kota Jantho itu bukanlah gerombolan kelompok anarkis untuk melakukan demonstrasi terhadap sekolah, tetapi mereka diundang oleh pihak Pemerintah Kecamatan Kota Jantho, untuk melaksanakan Vaksinasi Covid-19.

Lingkungan Komplek SMPN 2 dijadikan sebagai pusat vaksinasi massal bagi Warga kecamatan Kota Jantho, untuk menjalani vaksinasi Covid-19 bagi warga yang belum mendapatkan vaksinasi melalui kesempatan vaksinasi yang dilaksanakan sebelumnya.

Geuchik Gampong Teureubeh, Lukman, selaku pemilik wilayah kepada media ini menyebutkan jumlah warga terbanyak yang belum menjalani vaksinasi adalah Gampong Teureubeh. Sebab Gampong tersebut terdapat warga yang mencapai 470 Kepala Keluarga lebih.

Namun, Jumlah warga yang telah menjalani vaksinasi Covid-19 juga warga Gampong Teureubeh yang terbanyak dari 13 Gampong yang ada di Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar.

“Jumlah warga yang terbanyak vaksin hari ini adalah Teureubeh, nyaris mencapai seribu warga, namun angka warga yang telah vaksin juga kita yang terbanyak,” kata Geuchik Lukman.

Vaksinasi yang digelar di lokasi SMPN 2 Kota Jantho itu melibatkan pihak Pemerintah Gampong, Aparat Kepoisian dari Polsek Kota Jantho dan Pemerintah kecamatan.

Kapolsek Kota Jantho, Ipda Syahrul A yang dikonfirmasi di lokasi vaksinasi mengatakan vaksinasi massal yang digelar hari ini merupakan upaya mendukung program Pemerintah pusat sekaligus menumbuhkan immunity herd masyarakat dalam upaya mencegah ancaman Corona Virus yang masih melanda indonesia saat ini.

Pada kesempatan tersebut pihaknya menargetkan mampu tervaksin minimal 500 warga, namun bukan berarti tidak melayani semua masyarakat datang, bahkan untuk kesiapan petugas vaksinator direncanakan akan dibuka hingga malam hari.

“Target lima ratus orang, tapi bila warga yang datang belum terlayani akan dilanjutkan vaksinasi hingga malam hari,” kata Syahrul.

Amatan media ini, para warga dari 13 Gampong tersebut hingga Sabtu siang terus berdatangan dan bagi yang telah menerima vaksinasi seketika meninggalkan lokasi vaksinasi.

Antusias masyarakat dalam melaksanakan vaksinasi tampak kian meningkat dan tidak ada bentuk paksaan dari siapapun. Di sisi lain, sejumlah masyarakat yang belum sempat datang telah mempersiapkan diri untuk mendapatkan pelayanan tersebut.

“Kita datang sore nanti, kalau sekarang masih panjang kali antri,” ujar salah seorang warga di pasar Jantho sambil memegang formulir yang menjadi syarat untuk dapat menjalani vaksinasi pada kesempatan itu.

Sebagai informasi, warga kecamatan Kota Jantho selain pada vaksinasi massal ini juga telah pernah menjalani vaksinasi melalui sejumlah kesempatan sebelumnya yang digelar diberbagai momen dan lokasi. Bahkan sejak dua pekan terakhir pihak Pemerintah Kecamatan Kota Jantho bekerjasama dengan Puskesmas Kota Jantho dan Polsek setempat juga membuka gerai vaksinasi di Pasar Kota Jantho pada hari Pasar Tradisional berlangsung.

Sementara Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali di kesempatan pelantikan 236 Geuchik di Aceh Besar, Kamis (25/11) di Gedung JSC Kota Jantho, telah mewanti wanti para Geuchik yang dilantik untuk mendukung pemerintah dalam hal menyukseskan Vaksinasi dan mengikuti anjuran protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M.

Menurut Bupati Mawardi, apa yang dihembuskan sejumlah informasi miring tentang vaksinasi Covid-19 yang terkesan bahaya dan berbagai isu negatif lainnya itu tak lebih dari hoax semata.

“Aceh memang agak payah untuk menyakinkan suatu hal yang baru dan hal ini juga terjadi pada program KB, Program Polio, tapi akhirnya semua itu tetap diterima oleh masyatakat,” demikian papar Bupati Mawardi.

Bupati Mawardi berpesan agar masyarakat tidak larut dalam mengkonsumsi hoax, informasi yang tidak jelas. Namun pihak yang tidak senang dengan kemakmuran Negara kesatuan Indonesia dan kesehatan rakyat Indonesia, itu sangat banyak. Oleh sebab itu ia berharap masyarakat dapat segera menjalani vaksinasi di mana saya gerai yang dibuka.

“Ini demi untuk membangun kesehatan diri, maka isu negatif dan hoax tentang vaksinasi, hendaknya jangan ditanggapi,” demikian pesan Bupati Mawardi Ali.

Penulis: Dahlan
Editor : Zulfikar

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button