judul gambar
KriminalPeristiwa

Polisi Ringkus Diduga Sindikat Koruptor Dana Desa di Simeulue, Kerugian Negara Capai Setengah M Lebih

Berita Nasional Aceh- Simeulue| Polisi Resor (Polres) Simeulue, akhirnya berhasil mengungkap Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi atau penyalahgunaan Dana Desa di Gampong Kuala Makmur Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue.

Kapolres Simeulue AKBP, Agung Surya Prabowo, S.I.K, yang didampingi Waka Polres, Kasat Reskrim, KBO Reskrim dan Kanit Tipikor dalam jumpa pers yang digelar, Kamis kemarin menjelaskan bahwa Tindak Pidana Korupsi Dana Desa, Gampong Kuala Makmur Kecamatan Simeulue Timur melibatkan 5 tersangka yaitu, MRN (41) Kepala Desa Kuala Makmur TA. 2018/2019, AN (32) Bendahara Desa Kuala Makmur Tahun 2018/2019, JH (47) Sekdes Kuala Makmur Tahun 2018/2019, dan RI (45) Ketua TPK / Kasi Kesejahteraan Desa Kuala Makmur Tahun 2018/2019, SA (41) pemilik Toko / Wiraswasta.

Dimana pada sekira Tahun 2018 dan tahun 2019 inisial MRN bersama-sama dengan AN, JH, RI dan inisial SA melaksanakan kegiatan pengelolaan Keuangan Desa Kuala Makmur Tahun 2018 dan Tahun 2019 sehingga total sebesar Rp. 2.954.377.000,-, dan seluruh pengelolaan tersebut telah dipertanggung jawabkan dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) masing-masing tahun anggaran.

Dalam pengelolaan sejumlah Dana Desa tersebut terdapat kekurangan item pekerjaan yang dibelanjakan secara swakelola. Diantaranya adalah kekurangan jumlah pembelian bahan bangunan dan setoran kewajiban pajak, serta selisih harga bahan bangunan yang dibelanjakan pada sejumlah kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh tersangka MRN bersama-sama dengan AN, JH, RI dan tersangak SA.

Akibat perbuatan MRN CS, maka potensi kerugian keuangan Negara Tahun 2018 dan Tahun 2019 sebesar total Rp. 537.668.542,35.

“Sejumlah aktivitas yang dilakukan dalam proses pengelolaan keuangan Desa tersebut terdapat aktivitas melanggar hukum dan merugikan negara,” kata Kapolres Agung Surya.

Press rilis yang digelar Kapolres Simeulue keamrin juga turut dihadirkan ke lima tersangka dan sejumlah barang bukti yang telah berhasil diamankan polisi.

“Barang bukti yang berhasil disita Unit Tipidkor dari Sat Reskrim Polres Simeulue dalam kasus ini antara lain sejumlah uang tunai, material jenis kayu, keramik dan kawat bronjong,” Sebut Kapolres lagi.

Akibat perbuatannya kelima tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Dengan ancaman hukiman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau denda paling ringan Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 Milyar.

“Mereka dijerat dengan Undang undang Pemberantasan tindak pidana Korupsi dengan ancaman hukuman empat hingga dua puluh tahun penjara,” timpal Kapolres lagi. (Redaksi)

Editor: Dahlan
Koresponden: Alis

Show More
judul gambar judul gambar judul gambar judul gambar judul gambar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button