judul gambar
HukumPeristiwaSuara Rakyat

Mulai Malam Ini Aceh Besar Berlakukan “Jam” Malam

aceh.beritanasional.Id| Aceh Besar – Sejumlah Warung Kopi, Cafee, Warung di Wilayah Kabupaten Aceh Besar, tampat sudah terpasang himbauan pembatasan operasional kegiatan masyarakat pada malam hari.

Himbuang yang berjudul”Himbauan Satuan Tugas Penaganan Covid-19 Kabupaten Aceh Besar” itu dipasang pada Kamis siang (27/5).

Dalam Himbauan tersebut tampak termuat 3 point dasar yang ditujukan kepada masyarakat, yakni point pertama menyebutkan dasar dari dikeluarkan himbauan tersebut yakni instruksi Gubernur Aceh nomor: 07/ Instr/2021 tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyatakat, point ke dua berupa isi himbauan kepada masyarakat diantaranya adalah bagi pelaku kuliner atau warung kopi, Caffee, Warung maka harus membatasi pengunjung paling banyak 50 persen dari jumlah fasilitas yang tersedia.

Menyediakan fasilitas pendukung pencegahan penularan Covid-19, seperti sanitizer, tempat cuci tangan thermo gun (pengkur suhu badan), pengelola dan pelanggan wajib mengenakan masker, dan operasional wajib ditutup pada pukul 22.00 WIB setiap malam.

Sedangkan pada point ketiga, terdapat ancaman atau sanksi yang akan dikenakan kepada pengelola, bila mana tidak mengindahkan himbauan tersebut.

Surat Himbauan pembatasan Jam malam di tempelkan di setiap titik sasaran. Foto: Dok Redaksi

“Apabila pengelola, warung, kafe, rumah makan tidak mengindahkan himbauan ini, maka akan diambil tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” demikian ditertulis pada surat Himbauan yang ditandatangani langsung oleh Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali itu.

Respon Warga

Terkait dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di malam hari yang diatas namakan untuk mencegah penularan Covid-19 pasca marak kembali didengungkan sejak usai lebaran idul fitri 1442 H berlangsung itu, tidak menjadi heran bagi masyarakat Kabupaten Aceh Besar, sebab sebelumnya juga telah terdengar penerapan di Kota Banda aceh yang notabennya adalah ibu Kota Provinsi Aceh.

Namun, yang mengherankan masyarakat Aceh Besar adalah waktu yang diberikan kepada masyarakat Aceh Besar jauh lebih singkat dari aturan yang diberlakukan di Banda Aceh.

Dimana untuk Kota Banda Aceh, Pemerintah menetapkan waktu dibawah pukul 00 atau pukul 23. 00 WIB lebih, sementara untuk Wilayah Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan Himbauan Bupati Aceh Besar itu hanya diizinkan warga kerkegiatan hingga pukul 22.00 WIB atau pukul 10.00 WIB malam.

Pedagang memburu persiapan barang dagangannya pasca diterima informasi pemberlakuan Jam malam di Aceh Besar. Foto: Dok Redaksi.

“Seharusnya dapat disamakan waktunya dengan Banda Aceh, kan kita disini tidak seramai orang di Banda Aceh,” kata salah seorang pengelola Warung Kopi di Kota Jantho, Aceh Besar, Kamis sore ini.

Kecuali itu, warga juga mempertanyakan perkembangan Covid-19 saat ini yang terkesan tidak sedetil informasi di awal pandemi dulu.

“Pesaraan saya jauh lebih menakutkan di awal pandemi melanda dibandingkan sekarang, dan pada jelang akhir tahun lalu hingga awal ramadhan situasinya adem ayem, kok sekarang malah ekstrim betul,” ujar pria yang mengaku berprofesi sebagai aparatur salah satu Gampong di Aceh Besar ini.

Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Indrapuri yang berhasil dikonfirmasi media ini, sepanjang Kamis (hari ini) berharap Pemerintah dapat memberikan informasi akurat kepada publik, supaya dapat memberikan kepastian kepada maayarakat dan tidak membuat masyarakat ketakutan tak menetu.

“Kita berharap program ini (himbauan pembatasan Jam malam) bukan sekedar program realisasi anggaran Covid-19 yang sudah dialokasikan, tetapi benar-benar terdapat kemudharatan, sehingga Himbauan di berlakukan,” demikian harap sumber tersebut, sembari mengaku siap mendukung segala keputusan Pemerintah. (Redaksi)

Penulis: Dahlan
Editor : Chandra D

Show More
judul gambar judul gambar judul gambar judul gambar judul gambar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button