judul gambar
DaerahPendidikan

Keterbatasan diantara kewajiban Belajar Daring di Tengah Pandemi, Ini Langkah Jitu SMAN Seulimum

Berita Nasional Aceh – Aceh Besar| Sejumlah guru bidang studi tampak sibuk dengan sebuah Laptop di depannya. Para guru tersebut tampak mengenakan masker dan menjaga jarak dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar.

Sekolah Menengah Atas Negeri I Seulimum, tanpak sunyi-sepi tak ada suara riuh para siswa-siswi sebagaimana biasanya, kecuali hanya dua orang pria yang sedang berbincang -bincang sambil bersandar di dinding depan salah satu gedung Ruang Belajar.

“Ada bapak kepala sekolah ?” Tanya wartawan media ini kepada dua pria tersebut.

“Ada pak, mungkin beliau di ruangan,” jawab salah seorang pria tersebut sambil memberikan keterangan keberadaan sang kepala sekolah SMAN di maksud.

Dari arah berjauhan tampak beberapa pintu ruangan terbuka. Ruang terdebut merupakan ruang jajarang struktural pengelola sekolah dimaksud, dari salah satu sudut di balik setu unit mobil minibus tampak dua pria setengah baya dan media ini pun menghampir seraya memberisalam sebagai bentuk kemulian dalam bertamu.

Ternyata, salah satu dari dua pria setengah baya itu adalah pimpinan sekolah yang pernah menyandang status unggul ini.

Amirul Isra, SPd. MPd ” Saya kepala sekolahnya, bapak dari mana ?” Tanya pria dengan ramah.

Setelah terlibat percakapan perkenalan, sang kepala sekolah pun mengajak wartawan media ini untuk menuju salah satu ruangan yang di dalamnya terdapat beberapa orang pria dan wanita, mereka adalah para tenaga pendidik PNS dan tenaga Kontrak.

“Para ibu- ibu dan bapak bapak ini sedang melaksanakan tugas berlajar mengajar secara Daring,” kata Amirul Isra, di SMAN I Seulimum, Rabu (1/9).

Tak lama setelah itu Kepala sekolah yang mengaku baru memimpin sejak awal 2020 lalu itu mengajak Wartawan media ini ke ruang Kerjanya, yang masih berdampingan ruang dengan lokasi sejumlah tenaga pendidik itu mengajar secara Daring.

Dari atas sofa empuk di ruang sang kepala kembali perbincangan berlanjut dan sejumlah informasi terkait dengan proses belajar mengajar Daring pun di ungkapkan sang kepala sekolah.

“Sejak ditetapkan Aceh Besar dan Banda Aceh sebagai Zona merah, proses belajar mengajar tatap muka sudah kita hentikan,” kata Amirul Isra.

Lebih lanjut kata Amirul Isra, aktifitas belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana biasanya hanya saya tehniknya yang berbeda. Dimana sebelumnya proses belajar menagajar dijalankan secara tatap muka, tetapi sejak dikeluarkan insteruksi Bupati Aceh Besar soal PPKM level 4 dan Aceh Besar sebagai Zona Merah proses belajar mengajar dijalankan secara Daring.

“Memang suatu hal yang tidak diinginkan oleh siapapun kondisi seperti ini, karena hasil yang diperoleh sangat tidak efektif. Pun demikian anjuran pemerintah perlu diikuti, sebab semua ini bertujuan baik bagi semua,” ujar Amirul.

Terkait dengan kendala dalam proses belajar mengajar, Amirul tidak munafikan, masih ada persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan proses belajar mengajar secara Daring. Terutama soal ketersediaan fasilitas yang harus digunakan oleh siswa dalam mengikuti proses pelajar menagajar di setiap harinya.

“Persoalan ketiadaan fasilitas sarana pada siswa masih terjadi, ada beberapa siswa-siswi kita yang tidak memiliki fasilitas hp atau laptop atau koneksifitas internet di tempat siswa berada,” jelasnya.

Untuk menghindari gagal belajar para siswa -siswi yang tidak memiliki fasilitas tersebut, sambung Amirul pihaknya telah menerapkan pemberlajara dengan sistem Luring. Para siswa menjemput materi dan soal yang diajukan oleh guru bidang studi selanjutnya mengerjakan di rumah dan setelah tuntas dikerjakan di kembalikan ke sekolah, namun lagi lagi protokol Kesehatan Covid-19 tetap diberlakukan walau saat menjemput dan mengembalikan materi pembelajaran yang diberikan.

Demikian halnya soal kehadiran siswa dalam melaksanakan belajar Daring, para guru bidang studi yang melakukan proses belajar mengajar melalui Aplikasi Whats App Group mengecek dan mengapsensi setiap siswa yang hadir dan mengkuti pelajaran masing masing bidang studi.

“Kita selalu mengabsensi siswa yang berhasil hadir pada jam belajar melalui aplikasi WA ditandai dengan merespon absensi yang diauguhkan,”

“Bila mereka merespon dalam hari bersangkutan kita menggap mereka hadir, tapi bila keesokannya mereka merespon, maka kita anggap Absen,” kata Maria Ulfa salah seorang Guru Bidang Studi Biologi yang turut memberikan penjelasan soal proses belajar mengajar Daring di sekolah tersebut.

Pun demikian, lanjut Kepsek SMAN Seulimum itu, pihaknya senantiasa mengingatkan kepada para siswa dan siswinya untuk selalu mengikuti pelajaran yang diberikan oleh seluruh guru Bidang studi dan menjaga kesehatan serta tidak berkeliaran bebas di luar demi terwujudnya upaya pemutusan matarantai penularan Covid-19 yang masih mengancam saat ini.

“Pesan untuk senantiasa disiplin baik dalam soal belajar maupun mengikuti protokol kesehatan Covid-19 selalu menjadi kalimat penutup kita dalam setiap mata pelajaran berakhir,” tambanya lagi dan diiakan oleh sang guru bidang studi tersebut.

Rencana Usulkan Beasiswa

Amirul Isra mengaku sangat prihatin dengan kondisi sebahagian siswa-siswinya yang saat ini masih hidup dibawah garis kemiskinan, namun semangat belajar yang dimiliki cukup tinggi.

Ia berencana akan mengusulkan para siswa-siswi yang saat ini tidak memiliki fasilitas untuk mengikuti belajar Daring akibat tidak memiliki sarana heand phone atau Laptop menjadi penerima beasiswa di tahun depan.

“Kami sudah meninjau ke rumah sejumlah siswa yang saat ini tidak dapat mengikuti pembelajaran secara Daring, ternyata akibat tidak memiliki sarana seperti Hp yang memadai atau Laptop. Kita akan mengusulkan siswa tersebut menjadi penerima beasiswa di tahun depan,” ikrar Amirul Isra.

Ia berharap agar para siswa dan siswi dimaksud tidak berputus asa, tetap menjalani belajar secara luring dan tetap rajin dalam belajar walau saat ini tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar secara Daring. Sentara tara untuk siswa-siswi yang memiliki fasilitas untuk mengikuti proses belajar mengajar secara Daring, sekolah menyediakan kartu paket internet yang saat ini masih dalam proses pengaktifan.

“Bila kartu kartu ini sudah aktif langsung kita salurkan ke siswa siswi untuk dapat dipergunakan sebagai modem internet dalam mengikuti proses belajar mengajar secara Daring,” papar Amirul Isra sambil menunjuki beberapa bok berikan kartu telpon produk salah satu operator di Indonesia.

Penulis: Dahlan
Editor: Chandra D

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button