judul gambar
HukumPeristiwa

Kejari Aceh Besar Musnahkan BB dari 112 Kasus, Narkotika Mendominasi

ABN.Id| Aceh Besar – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar, kembali menggelar kegiatan pemusnahan Barang Bukti (BB) perkara yang ditangani sejak Oktober 2020 hingga Maret 2021 yang telah mendapat ketetapan hukum (inkracht). Pemusnahan dilaksanakan di halaman Kantor Kejari setempat di Kota Jantho, Rabu (24/3), dengan cara memblender, menghancurkan dan membakar.

Pemusnahan barang bukti dari perkara yang ditangani pihak Adhyaksa Aceh Besar itu kali ini meliputi, Narkotika Jenis Sabu dengan berat 183,55 (seratus delapan puluh tiga koma lima puluh lima) gram, Narkotika Jenis Ganja dengan berat 1.038,25 (seribu tiga puluh delapan koma dua puluh lima) gram, Handphone berbagai merk/jenis sebanyak 85 (delapan puluh lima) unit, Pekara Qanun sebanyak 2 (dua) perkara dan,Perkara Pencurian sebanyak 1 (satu) perkara.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, Rajendra D. Wiritanaya,SH, kepada awak media mengatakan, bahwa seluruh Barang Bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti dari 112 perkara yang sudah mendapatkan ketetapan hukum (inkracht). Perkara tersebut ditangani mulai bulan Oktober 2020 hingga Maret 2021.

“Tujuh puluh lima persen perkara yang kita tangani selama ini adalah perkara narkotika, baik sabu sabu maupun ganja. Selebihnya perkara umum,” kata Rajendra.

Pada kesempatan tersebut, Kajari Aceh Besar ini juga berpesan kepada segenap elemen masyarakat Aceh Besar dan Aceh umunya, untuk dapat menjaga diri, dari segala bentuk perbuatan melanggar hukum.

Khusus di perkara Narkotika, Rajendra mengimbau agar para elemen masyarakat dapat senantiasa mengawasi dan mewaspadai anak-anak dan generasinya untuk terhendar dari perbuatan yang melibatkan Narkotika.

“Narkotika itu sangat bahaya, maka perlu kita mewaspadai bersama agar tidak ada yang terjerumus ke dalam lingkup aktivitas tersebut. Bagaimana dapat kita andalkan generasi penerus, bila sejak dini sudah terkontaminasi dengan narkotika,”ujar pria asal Pulau Dewata Bali ini.

“Generasi muda adalah penerus bangsa, bila para generasi Aceh sudah terjerumus ke dalam Narkotika, bagaimana nasib masa depan Aceh di masa mendatang,” tegasnya lagi.

Pemkab Aceh Besar Gencar Sosialisasi Pencegahan

Menyikapi aktivitas penanganan hukum yang dilakukan oleh aparat hukum Aceh Besar selama ini dapat memberikan gambaran kepada publik bahwa kasus Narkotika menjadi nomor tertinggi dalam kasus yang berhasil ditangani oleh penegak hukum setempat.

Pemerintah Aceh Besar yang dikonfirmasi media ini melalui Asisten Setdakab bidang pemerintahan, Abdullah, S.Sos di sela sela menghadiri pemusnahan BB 112 perkara yang sudah Inkrahct di Kejari setempat, mengatakan bahwa pemerintah Aceh Besar telah menjadikan prioritas dalam hal upaya pencegahan masyarakat Aceh Besar dari pengaruh Narkotika.

“Selaku Pemerintah Aceh Besar, soal Narkotika ini menjadi perhatian khusus. Sosialisasi selalu kita gencarkan melalui berbagai sarana yang dapat dijadikan sebagai media penyampaian publik dan melibatkan berbagai elemen, seperti, tokoh masyarakat, ulama, adat budaya, pendidikan dan seluruh elemen yang ada,” kata Abdullah.

Disinggung penyebab dari faktor dasar keterlibatan sejumlah masyarakat Aceh Besar dalam kasus Narkoba, Abdullah tidak yakin, bila keterlibatan sejumlah orang warga Aceh Besar dalam narkoba tersebut karena desakan ekonomi.

“Bila berbicara akibat faktor ekonomi saya tidak yakin, tapi bila efek memburu kekayaan instan itu bisa jadi, tetapi seharusnya mencari kemakmuran dan kekayaan sebenarnya masih banyak usaha lain yang halal dan legal yang dapat dikerjakan, maka kita menghimbau kepada seluruh masyarakat Aceh Besar, mari sama sama kita perangi narkoba itu dan mari kita manfaatkan pontensi kekayaan alam untuk menjadikan ekonomi keluarga masing -masing,” demikian papar dan pesan mantan Plt Sekda Aceh Besar ini. (Redaksi)

Penulis: Dahlan
Editor : Chandra D

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button