judul gambar
HukumPeristiwa

Kajari Aceh Besar Sambangi Gampong Meurah Lamteuba, Ada Apa ?

ABN.Id| Aceh Besar – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Besar, Rajendra D Wiritanaya, SH di dampingi oleh sejumlah Jajarannya, menyambangi Gampong Meurah, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, Kamis (1/4).

Rombongan Kajari Aceh Besar ini tiba di Gampong Meurah Lamtruba, sekitar pukul 11.00 Wib dan disambut langsung oleh waga Gampong Meurah dan tokoh masyarakat setempat.

Bertempat di bawah salah satu rumah Aceh di Gampong setempat, Kajari Aceh Besar dan rombong dijamu dengan suguhan kopi dan makanan ringan serta tampak bercengkrama akrab antara Kajari Aceh Besar dengan warga setempat.

Barang bukti dari kasus Narkotika yang ditangani Kejari Aceh Besar milik warga Gampong Meurah, Lamteubah. Foto: Dok Redaksi.

Kedatangan Kepala Institusi Adhyaksa Kabupaten Aceh Besar ini, tidak lain adalah dalam rangka melaksanaan program pengembalian barang bukti perkara yang ditangani dan telah mendapat ketetapan hukum (incraht) kepada keluarga terhukum.

Pada kesempatan tersebut Kejari Aceh Besar mengembalikan satu unit sepeda motor merek Honda supra x 125 cc kepada Fikriah (21) yang merupakan istri dari terhukum kasus Narkotika, M Amin Bin M Daud. Terhukum telah ditetapkan bersalah oleh pengadilan dalam kasus Narkotika dengan hukuman yang diputuskan 8 tahun penjara.

Fikriah yang dikonfirmasi awak media mengaku sangat senang dengan adanya pengembalian barang bukti oleh pihak Kejari kepadanya, sehingga barang bukti dari perkara suaminya itu dapat dimanfaatkan untuk mencari nafkah, mengingat saat ini dirinya harus hidup seorang diri dalam merawat sang putri semata wayang mereka, paska suaminya dihukum.

Kasi BB dan Rampasan Kejari Aceh Besar, Dikha Savana, SH, MH di saksikan oleh Kajari Aceh Besar, Rajendra D Wiritanaya, SH menyerahkankan satu unit sepeda motor rerek Honda kepada Istri Terhukum M Amin Bin Daud, Fikriah, di Kediaman keluarga terhukum di Gampong Meurah, Lamteuba, Seulimum Aceh Besar. Foto: Dok Redaksi.

“Alhamdulillah, kebaikan penegak hukum sangat kami harapkan, dan kami sangat bahagia dengan dikembalikannya sepeda motor ini, sehingga dapat saya gunakan untuk mencari nafkah untuk merawat putri saya ini yang baru berusia delapan bulan,” kata Fikriah.

Ungkapan senada juga dipaparkan oleh Ramazi, tokoh masyarakat setempat dan mantan Imum Mukim Lamteuba tersebut, program mengantar barang bukti oleh penegak hukum. Biasanya setiap ada barang bukti dari perkara yang sudah diputuskan, harus diambil oleh keluarga yang bersangkut ke tempat BB berada.

“Ini suatu hal yang sangat bagus dan mencerminkan sebuah kepedulian kepada masyarakat, apa lagi barang bukti yang turut dijadikan pendukung penyelesaian sebuah perkara tertentu terkadang tidak berkaitan dengan perkara dimaksud. Kita sangat mengapresiasi kebijakan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, dan kita doakan agar masyarakat sadar hukum dan dapat mencari rezeki lewat jalan yang halal walau tidak mampu membangun kekayaan secara instan,” kata Mazadi.

Sementara Kepala Kejasaan Negeri Aceh Besar, Rajendra D Wiritanaya, SH didampingi oleh Kasi Pidum, Agus Kelana, SH, MH dan Kasi BB dan Rampasan Negara, Dikha Savana, SH, MH, kepada awak media mengatakan, sejak tahun 2021 ini Kejari Aceh Besar telah mencetuskan program Pengembalian Barang Bukti kepada pihak keluarga terhukum. Barang bukti yang terbukti tidak berkaitan dengan perkara yang ditangani akan dikembalikan baik melalui pengiriman via kantor pos maupun diantar langsung oleh petugas ke alamat yang ditujukan sesuai dengan keputusan pengadilan.

“Ini program baru yang kita cetuskan dalam rangka meningkatkan pelayanan Kejari Aceh Besar kepada masyarakat di Wikayah lingkup hukum Kejari Aceh Besar, dengan harapan melalui program ini dapat terbantu para keluarga terhukum atau yang pemilik barang bukti dimaksud untuk digunakan dalam kehidupan sehari hari,” kata Kajari Aceh Besar ini.

Sambangi warga lamteuba, Rombongan Kajari Aceh Besar disambut hangat oleh warga. Foto: Dok Redaksi

Kecuali itu, Rajendra juga mengungkapkan bahwa untuk tahun 2021 ini ada 21 unit kendaraan sepemotor yang sebelumnya disita oleh penegak hukum, dan setelah mendapat ketetapan hukum, petugas mengantarkan langsung Barang Bukti tersebut.

Sedangkan yang dirampas oleh negara, sebanyak 48 Sepeda motor dan 2 unit mobil jenis Truk hercules dan Mobil Pik Up.

Penyerahan Barang Bukti atas perkara kasus Narkoba yang melibatkan warga Gampong Meurah, Seulimum, Aceh Besar ini, diserahkan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, Rajendra D Wiritanaya, SH di dampingi oleh Kasi Pidum, Agus Keulana Putra, SH, MH dan Kasi BB dan Rampasan, Dikha Savana, SH, MH kepada Istri Terhukum Fikriah di kediamannya di Gampong Meurah, Kemukiman Lamteuba, Seulimum Aceh Besar dan disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat Gampong setenpat. (Redaksi)

Penulis : Dahlan
Editor : Chandra D

Show More
judul gambar judul gambar judul gambar judul gambar judul gambar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button