judul gambar
PeristiwaSuara Rakyat

HIPMI dan Mahasiswa Aceh Singkil Dukung Investasi UEA,Pemerintah Diminta Bijaksana dalam Mengambil Kebijakan

ABN.Id| Aceh Singkil – Seiring dengan suksesnya penandatangan MoU antara Pemerintah aceh dan Murban Energy dari Uni Emirat Arab (UEA), Jumat kemarin di Jakarta. Telah memberikan sigyal positif soal pengembangan wisata di Aceh ke arah yang lebih baik dan berpetonsi peningakatan ekonomi masyarakat dan daerah.

Senilai Rp 7,19 Triliun atau USD 500 juta, direncanakan akan dialokasikan oleh Perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) Murban Energy tersebut untuk membangun destinasi wisata di Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil- Aceh.

Suksesnya mencapai kesepatan tersebut tidak lepas dari keseriusan pemerintah Aceh, Masyarakat dan dukungan dari semua pihak serta dukungan potensi Alam Aceh yang cukup memukau.

Di sisi lain, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh Singkil pun mengikrarkan kesiapannya untuk memberikan mendukung dan berkolaborasi, sekaligus memberi masukkan dan pesan dalam menyukseskan rencana tersebut.

Ahmad Hariono Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Aceh Singkil kepada media ini mengatakan ada beberapa hal yang harus terus diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil terkait investasi dimaksud agar dapat berjalan maksimal, yaitu persoalan lahan yang harus fleksibel dalam pembebasan lahan.

“Tentunya para investor tidak mau berlarut dalam menghadapi persoalan lahan. Pemerintah daerah harus benar-benar memastikan lokasi dan hal teknis yang sesuai dan bisa difungsikan serta tidak adanya sangketa atau persoalan yang menghambat,” kata Ahmad Hariono menyarankan.

Ahmad Hariono juga mengingatkan, untuk menjadi tempat wisata yang bersaing di mata dunia, perlunya membangun Hubungan destinasi & kemitraan yang unggul.

“Perencanaan Pembangunan insfrastruktur dari UEA harus benar-benar modern dan terintegrasi dengan baik serta aman dan nyaman, guna mendukung promosi wisata di Pulau Banyak. Kita percayakan kepada Investor, mitra dan juga pemerintah,” ujar Ahmad Hariono.

Tambah Ahmad, jalinan kerjasama antara Indonesia dengan UEA diharapkan akan menjadi leading sector dan sekaligus mampu menggerakkan sektor industri lainnya. karena jarak penerbangan Abu dhabi dengan Aceh hanya sekitar 5 jam.

“Aceh sangat layak menjadi tempat Investasi UEA mengingat lokasi yang sangat dekat dan juga kesamaan budaya. Jalinan kerjasama, ini akan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi Warga Aceh Singkil,” paparnya.

Kecuali itu, sambung Ahmad, Pentingnya bagi pelaku usaha meningkatkan daya saing usaha priwisata melalui aspek produk, pelayanan dan pengelolaan, kemudian juga Peluang produk lokal. Aceh dengan syariat Islamnya bisa mengandalkan halal tourism yang sedang menjadi trend di mata dunia.

“Potensi daya tarik dari industri pariwisata adalah keindahan alam dipadukan dengan nilai budaya setempat yang dikemas dengan menarik dan modern. Melalui event, produk kuliner, fashion, souvenir, industri kreatif, situs sejarah, serta keramah-tamahan masyarakat, juga bisa mengoptimalkan ekowisata, wisata olahraga, dan lain-lain. sehingga wisatawan penasaran dan tertarik untuk mengunjunginya,” demikian harap Ahmad Hariono.

Di pihak mahasiswa Aceh singkil, juga memberikan dukungan yang sama, namun turut mengingatkan pemerintah tehadap potensi lain yang mungkin dilirik oleh investor sejalan dengan terwujudnya kerjasama di sektor wisata ini.

Muhir Ketua Forum Mahasiswa Aceh Singkil (Formas) Meulaboh, yang memberikan tanggapan terkait rencananya berinvestasi Prawisata Pulau Banyak itu, Ia mengapresiasi atas keberhasilan ini, namun ia juga memberikan beberapa masukan untuk langkah mencegah kegagalan dalam rencana besar tersebut serta potensi pengelolaan di luar hal yang difokuskan tersebut.

“Kan kita ketahui sendiri investasi di Indonesia kebanyakan merugikan, jangan sampai di Aceh Singkil investasi dari UEA itu merugikan bagi masyarakat ataupun Pemkab Aceh Singkil,” kata Muhir

“Hal ini harus dipertimbangkan lagi secara matang untuk mengambil keputusan yang tepat, karena UEA tidak akan memilih Aceh kalau tidak ada maksud lain, mudah-mudahan itu cuma fylling kami saja,” tambah Munir lagi.

Muhir melanjutkan, Aceh memiliki kekayaan alam yang sangat bagus. Terutamanya di kawan Pulau Banyak, Aceh Singkil, kita sebagai masyarakat Singkil harus berupaya menjaga kekayaan alam laut Aceh Singkil.

“Maka dari itu saya meminta Pemkab Aceh Singkil harus serius dalam mengambil kebijakan dan keputusan yang baik bagi kawasan Pulau Banyak,” demikian pesannya. (Redaksi)

Editor : Dahlan
Koresponden : Ramail

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button