judul gambar
DaerahEkonomi

Gapoktan Cot Malem Jadi Pilot Projek Uji Coba Benih Unggul Varietas IP 400 Untuk Provinsi Aceh

ABN.Id| Aceh Besar – Seluas 30 hektar lahan persawahan di kemukiman Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar saat ini sedang berlangsung kegiatan olah tanah, bajak dan digarap hingga jadi area Sawah siap tanam untuk Masa Tanam ke 2 yang ditargetkan siap pada pertengahan Mei 2021 ini.

Hal tersebut merupakan upaya percepatan Masa Tanam ke 2 di tahun 2021 ini dan juga upaya menyukseskan Pogram nasional OPIP – IP 400l di Aceh.

Kunjungan Survie yang dihadiri oleh Kadis Pertanian Aceh, Ir Cut Huzaimah, MT, Dirut PT. Pupuk Indonesia, Yanuar Budinorman, Usur Dinas Pengairan Aceh, Kadis Pertanian Aceh Besar, Jakfar, SP dan pengurus Gapoktan Cot Malem serta para Petani setempat, di lakukan penyerahan benih unggul Varietas IP 400 secara simbolis oleh Kadis Pertanian Aceh kepada Petani.

Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, meninjau ruang mesin Pompanisasi di Lubuk Gapui. Foto: Dok Redaksi

Benih unggul Varietas IP 400 tersebut adalah Impari 32 dan telah disertifikasi.

Ketua Gapoktan Cot Malem, Teuku Hadianur, kepada media ini mengatakan bahwa hasil kesepatakan kelompok kelompok tani di bawah korporasi Gapoktan Cot Malem, siap melaksanakan program OPIP tersebut, dan dengan Benih Varietas Impari 32 pada pogram IP 400 yg artinya adalah Indek Penanam 4 kali tanam dalam setahun.

“Kita menggunakan benih Varietas Impari 32 tersertifikasi, dimana dengan benih ini usia padi lebih singkat dan panen lebih cepat. Ini merupakan masa tanam kali kedua, setelah berhasil kita panen gabah pada Masa Tanam ke 1 lalu hasil tanam akhir Desember 2020 lalu,” kata Hadianur, di sela sela menerima rombongan dari Dinas Pertanian Aceh, Dinas Pengairan Aceh dan Dirut PT Pupuk Iskandar Muda, di kawasan perwahan setempat, Selasa (3/5).

Hadianur menambahkan bawah ia dan petani setempat optimis target empat kali tanam dalam setahun mampu dicapai bila mana tidak terkendala pada hal-hal yang sifatnya mekanis karena di sejumlah sektor tehnis pendukung yang dibutuhkan seperti tehnis pembajakan hingga panen harus full mekanisasi dan juga tidak kalah pentingnya ketersediaan pupuk.

Sementara untuk pasokan air bagi area sawah yang digunakan, dipastikan aman, karena Area persawahan setempat didukung pengairan irigasi dengan sistem pomponisasi dan suply air juga akan dibantu / di backup oleh Dinas Pengairan dengan dibukanya bendungan untuk irigasi Krung Aceh seperti yang sudah dijanjikan oleh pihak Dinas Pengairan Aceh

Jaringan irigasi pompanisasi bertenaga listrik milik Gapoktan kemukiman Lubuk Gapui. Foto: Dok Redaksi

“Memang ditahun ini bisa jadi agak sedikit terlambat, karena ada permasalahan di tehnik sebelumnya karena pengolahan tanah yang sempat terkendala sebab kekurangan mesin tractor untuk bajak lahan pasca panen MT1 lalu, tapi sekarang sudah terealisasi,” ujar Hadi karena UPTD Mektan Provinsi Aceh sudah support Mekanisasinya berupa 3 unit traktor.

Berdasarkan data Gapoktan Cot Malem, Lubok, saat ini terdapat lebih kurang sekitar 73 org petani yg anggotanya terdiri dari kelompok tani atau Poktan dari lima gampong dalam kemukiman Leubok di bawah Gapoktan Cot Malem.

Untuk area persawahan yang tersedia mencapai luas 200 hektar lebih. 40 hektar lebih sudah dapat didukung oleh aliran irigasi Pomponisasi yang dibangun di Gampong Leubok Gapuy dengan Kapasitas 14 liter perdetik, yakni pompa satu berkapasitas 8 liter perdetik dan pompa dua berkapasitas 6 liter perdetik.

Sejak dibangunnya pompanisasi air yg bersumber dari aliran Krueng Aceh itu, sawah yang umumnya tadah hujan di kawasan tersebut sudah dapat digunakan secara optimal dan rata rata masa turun tanam dua hingga tiga kali dalam setahun.

Meskipun untuk dapat dialiri air keseluruh area persawahan masih dibutuhkan minimal 2 unit Dinamo water pump lagi dan Gapoktan Cot Malem sudah mengajukan Proposal penambahan water pump tersebut, dengan harapan pemerintah dapat merealisasikannya

Namun, melalui program OPIP dengan benih Varietas Impari 32 dalam Pogram IP 400 ini diharapkan mampu mencapai target dalam soal hasil panen dan masa tanam yang lebih banyak serta dapat meningkatkan hasil panen gabah.

30 hektar lahan sawah yang ditanami benih padi berumur genjah pada IP 400 ini juga merupakan satu -satunya pilot projek (uji coba) tanam empat kali setahun oleh Dinas Pertanian Provinsi Aceh dan pilot projek penerapan program Agro solution PT PIM dalam rangka penyuplaian Pupuk secara tepat dan menjawab keluhan petani soal pupuk di Aceh selama ini. (Redaksi)

Penulis : Dahlan
Editor : Zulfikar

Show More
judul gambar judul gambar judul gambar judul gambar judul gambar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button