judul gambar
HukumPeristiwaReligi

Eksekusi Cambuk Kali Kedua, Imam Chik Masjid Agung Aceh Besar: Jaga Diri dan Kelaurga Adalah Kewajiban

ABN.Id| Aceh Besar – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kembali melaksanakan eksekusi terhadap pelanggar Qanun Jinayat Aceh untuk kali kedua dalam tahun 2021 ini.

Eksekusi dilaksanakan di lokasi Uqbat Cambuk Kabupaten Aceh Besar di lingkungan Masjid Al Munawarrah, Kota Jantho,Jumat (26/3).

Kali ini sebagai pemberi nasehat dipimpin oleh Imam Chik (Imam Besar) Masjid Al Munawaarah, Kota Jantho, Aba Junaedi. Dalam bimbingannya, Aba Junaedi mengajak seluruh masyarakat dan umat islam khususnya masyarakat Aceh Besar dan umumnya Aceh dan seluruh kaum muslim untuk senantiasa dapat menjaga diri, keluarga, kehormatan keluarga, daerah, bangsa dan negara.

“Menjaga kehormatan diri, keluarga, daerah bahkan bangsa,negara dan agama adalah hukumnya wajib,” kata Aba Junaedi.

Menurut Pimpinan salah satu Dayah di Aceh Besar ini, eksekusi cambuk yang dilaksanakan atas pelaku pelanggar qanun jinayat merupakan upaya untuk menghindarkan para terhukum dari azam Allah yang lebih pedih di akhirat nanti dan salah satu langkah menghentikan kemaksiatan umat yang berujung pada kemurkaan Allah kepada masyatakat di Aceh Besar dan Aceh umumnya.

“Bila di dunia hanya dilihat oleh beberapa manusia saja, tetapi diakhirat selain Allah juga disaksikan oleh jutaan manusia lain, tiada yang lebih malu selain dengan Allah. Kita masih diberikan rahman dan rahim Allah, bila tidak mungkin semua kita sudah binasa yang diakibatkan oleh adanya kemaksiatan tersebut,” demikian ujar Aba Junaedi.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, Rajendra D Wiritanaya, SH (tengah) didampingi Kasat Pol PP/WH Abes dan Unsur perwakilan Forkopimda Aceh Besar memberikan keterangan Pers kepada awak media di panggung eksekusi Cambuk, Jumat (26/3). Foto: Dahlan

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, Rajendra D Wiritanaya, SH kepada awak media mengatakan bahwa untuk tahun 2021 ini sudah ada 9 orang yang dieksekusi hukuman cambuk di Aceh Besar. Dimana pada jumat dua pekan lalu sebanyak tujuh orang dan pada jumat hari ini dua orang atau satu pasangan.

Pasangan yang dieksekusi hari ini adalah terbukti melakukan ikhtilath di salah satu rumah kos di kawasan Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar pada jelang akhir Januari 2021 lalu. Pasangan tersebut ditangkap oleh warga setempat dan selanjutnya diserahkan kepada petugas penegak hukum untuk diproses secara hukum yang berlaku.

“Dalam tahun ini sudah dua kali kegiatan eksekusi kita gelar dengan terhukum sebanyak sembilan orang, pelanggar terdiri dari kasus Zina, Ikhtilath dan Meisir (judi online),” kata Rajendra.

Ia berharap dengan pelaksanaan Uqbat Cambuk tersebut dapat memberikan kesadaran bagi masyarakat Aceh Besar khususnya dan Aceh Umumnya, agar menghindari diri dari perbuatan tercela dan melanggar hukum.

“Semoga melalui hukuman ini dapat memberikan pelajaran bagi terhukum maupun bagi masyarakat lainnya, sehingga semua kita terhindar dari perbuatan yang dilarang Allah,” harapnya.

Terhukum pria merengut kesakitan saat dieksekusi cambuk di Kota Jantho, Jumat (26/3). Foto: Dahlan

Berdasarkan data yang diterima media ini, terhukum cambuk kali ini atas Nama Zulfahmi (20) dan Fera Mauliana (20) keduanya tercatat sebagai warga Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya dan berstatus mahasiswa.

Pasangan non Mukrim itu terbukti telah melakukan perbuatan ikhtilath, bertempat di rumah kontrakan salah satu dari pasangan tersebut, sebelum akhirnya diamankan oleh warga di Gampong Lam Glumpang, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, pada 26 Januari lalu.

Algojo mengayunkan rotan kearah terhukum cambuk pasangan wanita pelaku Ikhtilath. Foto: Dahlan

Mahkamah Syariah Kota Jantho memutuskan masing- masing terhukum dengan hukuman 30 kali cambuk rotan di depan umum dan membayar denda senilai Rp 5000 (lima ribu rupiah). Terhukum mendapatkan cambuk sebanyak masing -masing 27 kali cambuk setelah dipotong masa menjalani kurungan penjara selama 3 bulan. (Redaksi)

Penulis : Dahlan
Editor : Zulfikar

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button