judul gambar
DaerahPemerintahan

Dinas Pertanian Aceh Uji Coba Benih Padi Varietas IP 400, Kadis: Masa Panen Lebih Singkat

ABN.Id| Banda Aceh – Setelah berhasil menggenjot varietas unggul IP 300 dengan masa tanam tiga kali dalam setahun, kini Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian Aceh kembali mencoba mendongkrak pendapatan para petani melalui program peningkatan jumlah masa tanam empat kali setahuh bagi petani sawah dengan mengandalkan benih unggul Varietas IP 400.

Dimana dengan menggunakan benih Varietas ini diyakini mampu meningkatkan hasil panen petani karena jumlah masa tanam yang bertambah lebih banyak.

Untuk penerapan Benih Unggul Varietas IP 400, Dinas Pertanian Aceh menunjukkan Gapoktan kemukiman Lubok, Ingin Jaya, Aceh Besar, sebagai Pilot Projek pada tahun pertama ini. Mengingat lokasi persawahan di gampong dimaksud telah memenuhi standar dan memiliki banyak kelengkap sebagai pendukung suksesnya uji coba Benih varietas baru itu.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, MP, kepada awak media menyebutkan bahwa bibit unggul varietas IP 300 telah berhasil diterapkan di area pertanian sawah di Aceh, sehingga para petani sudah rutin melaksanakan turun tanam tiga kali dalam setahun. Untuk selanjutnya Kementerian Pertanian Republik Indonesia kembali menggenjot petani untuk dapat memperdekat masa tanam dengan target dapat meningkatkan pendapatan petani di masa mendatang.

“Setelah berhasil kita terapkan Bibit unggul Varietas IP 300 dengan masa tanam tiga kali dalam setahun, maka sejak tahun ini Pemerintah kembali melakukan penerapan bibit Unggul Varietas IP 400, dimana IP 400 ini memiliki ke unggulan masa panen yang singkat, sehingga dapat dilakukan penanaman hingga empat kali dalam setahun,” kata Cut Hazimah, Selasa (3/5) di Lubok Gapui, Aceh Besar.

Huzaimah menambahkan, Lubok gapui yang dijadikan sebagai lokasi Demontrasi Plot (Demplot) bagi Benih unggul Varietas IP 400 tersebut, dikarenakan lahan sawah di Gampong tersebut memiliki sejumlah ke unggulan, misalnya tersedia air yang memadai, aktivitas rutin masyarakat di sektor pertani sawah dan terdapat kelompok yang berkiprah optimal dalam bidang pertanian padi sawah serta lebih mudah dijangkau oleh petugas dalam proses pembinaan uji coba Bibit unggul varietas baru tersebut.

“Lubok Gapui ini memenuhi kriteria untuk kita jadikan demplot sekaligus pilot projek dalam uji coba budidaya Benih unggul varietas IP 400 ini, dan lebih mudah kita awasi,” jelas Cut Huzaimah lagi.

Ia menyadari, ujicoba ini tidak mudah untuk mewujudkan lesuksesan sebagaiman yang diharapkan, mengingat proses masa tanam dilakukan tidak dengan lokasi lain, terutama dalam soal serangan hama, namun ia berjanji akan memberikan pelayanan dan pengawasan ekstra dalam program uji coba Benih unggil Varietas IP 400 ini, sehingga dapat disukseskan sebagaimana yang diharapkan.

“Bila berhasil, nantinya akan kita terapkan untuk seluruh petani di Aceh, maka dengan demikian peningkatan pendapatan petani dapat ditingkatkan,” ujarnya.

Cut Huzaimah juga menyebutkan bahwa pelaksanaan Program uji coba Benih unggul Varietas IP 400 ini juga didukung oleh Dinas Pengairan Aceh, PT Pupuk Indonesia atau PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) serta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui dinas Pertaniannya.

Pada kesempatan tersebut Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh juga menyalurkan Benih kepada petani untuk selanjutnya dijadikan bibit di masa tanam ke 2 ini. Penyerahan Benih dilakuan langsung oleh Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh kepada Kelompok Tani secara simbolis.

“Kepada petani juga kita fasilitasi Benih untuk ditanam nantinya di area yang sedang digarap ini, dan mereka (petani) akan kita bina hingga akhir proses pada masa uji coba ini,” demikian pungkas Cut Huzaimah. (Redaksi)

Penulis: Dahlan
Editor : Zulfikar

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button