judul gambar
DaerahKesehatanSuara Rakyat

Dana Desa Bantu Tuntaskan Malnutrisi Anak di Aceh Besar

Berita Nasional Aceh – Aceh Besar |Melalui pengeras suara masjid Komplek Perumahan Care, Gampong Teureubeh, terdengar suara pengumuman yang ditujukan kepada para ibu hamil, ibu menyusui dan warga lanjut usia (lansia) yang meminta mereka untuksegera datang ke Posyandu di Blok B Komplek Perumahan Care, Gampong Teureubeh, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

“Pengumuman ditujukan kepada para ibu hamil, ibu menyusui dan lansia agar segera datang ke gedung posyandu dan membawa anaknya, karena hari ini dilaksanakan pelayanan rutin posyandu,” demikian isi pengumuman yang disampaikan oleh ketua Kader Posyandu Perumahan Care, Teureubeh, Khalisma.

Sejak pengumuman itu menggema, tampak para ibu rumah tangga dari tiga lorong yang terdapat di komplek tersebut mulai berdatangan satu-persatu menuju tempat pelayanan kesehatan masyarakat itu dilaksanakan.

Mengukur tinggi badan bayi. Foto: ist

Lima kader Posyandu yang telah datang terlebih dahulu dan tampak sibuk di kantor PKK yang dijadikan sebagai pusat pelayanan masyarakat itu dengan ramah menyambut masyarakat yang datang dan memberikan pelayanan kepada pengunjung.

Hal itu dilakukan kader posyandu di perumahan dengan penduduk yangumumnya merupakan warga relokasi dari berbagai daerah pasca musibah gempa dan gelombang tsunami yang melanda Aceh dan Nias pada tahun 2004 dan 2005 silam.

Junita (35) merupakan salah seorang ibu menyusui yang datang lebih awal karenajarak antara rumahnya dan Posyandu tidak begitu jauh. Ia turut membawa  anaknya yang baru berusia 14 bulan, Winia Rahma Putri.

Para kader Posyandu didampingi oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Kota Jantho dalam menjalankan pemantauan tumbuh kembang Winia dan para balita lainnya yang turut hadir, termasuk menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan mereka. Para petugas menggunakan alat yang telah disediakan, mencatat data bayi ke Kartu  Menuju Sehat (KMS) maupun ke Buku Register Penimbangan Balita (RPB) yang telah disiapakan petugas Kesehatan dan Posyandu serta kertas status Gizi.

“Alhamdulillah perkembangan kesehatan ibu dan anak sudah normal, semoga ke depan tidak terjadi lagi kondisi seperti bulan lalu,” kata petugas kesehatan kepada Junita sembari terus melanjutkan pencatatan yang dibutuhkan terhadap Winia.

Cek kesehatan lansia. Foto: dok posyandu Teureubeh.

Winia sebelumnya tercatat mengalami kekurangan gizi. Namun, berkat pemantauan di Posyandu dan pemberian makanan tambahan, kondisinya kian membaik. Setelah memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan bayi dan ibunya, petugas kerap memberikan satu paket makanan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, anak balita, ibu menyusui dan lansia.

Makanan tersebut sudah terjamin kecukupan porsi gizinya sesuai yang dibutuhkan oleh peneriman manfaat dan terjamin higienis, karena seluruh makanan tambahan yang diberikan tersebut merupakan olahan kader Posyandu bersangkutan sesuai dengan petunjuk petugas ksehatan dari Puskesmas yang membimbing kader.

“Anak saya yang kecil ini tiga bulan lalu sempat Gizinya menurut dari yang ditargetkan, tapi selanjutnya, alhamdulillah sudah dapat dikendalikan dan tidak terjadi lagi,” ujar Junita menjelaskan kondisi Winia, disela-sela mengunjungi Posyandu di Perumahan setempat baru baru ini.

Ketua Kader Posyandu Komplek Perumahan Care, Khalisma, menceritakan bahwa makanan siap saji yang diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita dan lansia sebanyak 80 peket perbulan dan diberikan kepada 80 penerima.

“Makanan ini kita yang olah sesuai dengan petunjuk petugas kesehatan dan dijamin bergizi, sehat dan higienis,” kata Khalisma.

Khalisma menyebutkan hasil catatan pihaknya, kondisi kesehatan seluruh sasaran pelayanan di bawah kendali Posyandu Perumahan Care, hingga bulan November 2021 ini dalam kondisi baik. Baik ibu hamil, ibu menyusui, balita dan lansia yang rutin mengikuti pelayanan kesehatan setiap bulan dan tidak ada lagi catatan anak kurang gizi di Komplek Perumahan Care tersebut.

“Berdasarkan catatan hasil pemeriksaan petugas kesehatan pada bulan ini di lingkungan kami tidak terdapat lagi anak kurang gizi,” ujarnya.

Kunjungan Ibu Nifas: Tenaga kesehatan dan kader posyandu mengunjungi ibu melahirkan untuk memberikan pelayanan kesehatan. Foto: dok Posyandu Teureubeh.

Sementara, hasil pemeriksaan oleh petugas kesehatan yang dilakukan bulan ini terdapat beberapa penyakit yang diderita oleh para lansia;gejala asam urat, darah tinggi serta rematik namun masih terkontrol karena senantiasa mematuhi anjuran petugas kesehatan setelah setiap bulannya melakukan kosultasi kesehatan ke Posyandu.

Meski Posyandu merupakan merupakan program pemerintah yang telah lama diterapkan, Khalisma mengakui bahwa efektifitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu Menyusui, balita dan bansia baru terlihat selama dua tahun terakhir ini.

“Aktivitas pelayanan optimal seperti ini berlangsung, baru selama dua tahun terakhir, karena sudah ada dana desa yang mendukung semua kebutuhan untuk mengoptimalkan kegiatan pelayanan kesehatan kepada sejumlah sasaran pihak penerima manfaat,” jelas Khalisma secara lebih detil.

Sementara, Geuchik Gampong (Kepala Desa-red) Teureubeh, Lukman, menjelaskan bahwa untuk tahun 2021, Gampong Teureubeh mengalokasikan anggaran untuk biaya kegiatan pelayanan kesehatan di Posyandu senilai Rp 31.800.000. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) Gampong Teureubeh tahun 2021.

“Sesuai dengan amanat Perbup Aceh Besar No. 29 tahun 2019, dan Perbup No. 28 tahun 2020, maka anggaran untuk Posyandu dapat kita alokasikan,” kata Geuchik Lukman.

Kedua Perbup tersebut berisikan pedoman dalam penggunaan dana desa untuk program prioritas.
Untuk mencapai pelayanan kesehatan secara merata, sambung Geuchik Lukman, pihaknya membuka tiga titik Posyandu yang dilaksanakan secara beruntun mulai dari awal bulan hingga akhir bulan berjalan. Ketiga titik itu berada di Dusun Komplek Perumahan Care dengan Pusat Pelayanan di Gedung Kantor PKK komplek setempat, Dusun Gampong dengan pusat pelayanan di lingkungan Gedung Serbaguna Gampong Teureubeh dan di Komplek Perumahan Transmigrasi (IOM) dengan pusat pelayanan di lingkungan pusat pengumpulan masyarakat di komplek setempat.

Untuk menyukseskan pelakanaan sejumlah kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tersebut, Pemerintah Gampong Teureubeh juga menyiapkan 15 orang Kader Posyandu dan didukung oleh bidan desa dan petugas kesehatan dari Puskesmas Kota Jantho.

Ia optimis melalui aktivitas pelayanan yang dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan itu, potensi ancaman malnutrisi bagi ibu dan anak di Gampong Teureubeh mampu diberantas.

Sodialisasi kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui. Foto: Khalisma

“Kami mengapresiasi kinerja para kader dan terbukti dengan kerja keras semua kader dan semua elemen yang ada, sudah mampu kita tekan angka malnutrisi pada anak di Gampong Teureubeh ini,” ujarnya.

Berpedoman pada data Puskesmas Kota Jantho, Aceh Besar, Gampong Teureubeh tercatat memiliki tren yang bagus dalam upaya kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama terkait malnutrisi ibu dan anak.

Patugas Puskesmas Kota Jantho juga mencatat per Oktober 2021, menunjukkan Gampong Teureubeh, hanya terdapat dua orang anak yang termasuk anak kurang gizi berdasarkan patokan berat badan sesuai usianya. Kedua anak tersebut telah membaik pada November. Sementara untuk anak gizi buruk dan permasalahan gizi lainnya tidak ditemukan lagi.

Kepala Puskesmas Kota Jantho, Yarlina, menyatakan bahwa upaya Pemerintah Gampong Teureubeh dalam mengentaskan malnutrisi anak telah berhasil dan berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Kegiatan pengentasan malnutrisi bagi ibu hamil dan anak sudah berhasil dilakukan oleh Pemerintah Gampong Teureubeh ini patut menjadi inspirasi bagi posyandu dan gampong lain di Aceh Besar,” kata Yarlina.

Lebih lanjut, Yarlina membeberkan di mana seharusnya semua gampong dan Posyandu yang ada di Kecamatan Kota Jantho sudah harus mencapai keberhasilan yang sama seperti Gampong Teureubeh dalam hal pengentasan malnutrisi bagi ibu dan anak. Namun realita yang terjadi malah masih ada gampong yang tidak mengirimkan data kondisi perkembangan kesehatan ibu dan anak ke petugas Puskesmas sebagaimana yang dianjurkan.

Padahal upaya intervensi ini telah diamanatkan dalam peraturan Bupati Aceh Besar; rekap data pelayanan kesehatan posyandu menjadi salah satu syarat tuntasnya realisasi anggaran bagi sebuah gampong pada tahun berjalan.

“Sebagai petugas kesehatan, pihak Puskesmas selalu mewanti-wanti  aparatur Gampong agar pelayanan kesehatan dan lengkapnya data pelayanan ibu dan anak harus di-upgrade setiap bulan, tetapi justru masih ada gampong yang kosong datanya,” papar Yarlina.

Bila berpedoman pada data Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar tahun 2020, Kabupaten Aceh Besar masih dalam cengkraman ancaman malnutrisi anak bahkan pada tahun 2020 tercatat angka anak yang mengalami stunting mrncapai 1.536 kasus, meski angka tersebut dapat diintervensi, sehingga pada Oktober 2021 menurun menjadi 1.211 balita.

Sementara di sisi lain Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar masih mencatat ada 20 Gampong di 21 Kecamatan di Aceh Besar yang terdapat kasus anak stunting. Sebagai upaya intervensi, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sudah dan sedang melakukan sejumlah hal guna menekan angka balita stunting dan malnutrisi.

Solusi intervensi yang sudah dan akan dijalankan itu yaitu menyuplai Bantuan Makanan Tambahan (BMT) kepada keluarga yang terdapat anak kurang gizi, Rumbuk Stunting yang dilaksanakan secara reguler dan sosialisasi serta edukasi kepada kader kesehatan masyarakat.

“Secara data kabupaten, Aceh Besar masih didera anak kurang gizi, namun secara lingkup Gampong sudah banyak yang sudah berhasil menekan angka malnutrisi ibu dan anak dan perkembangannya terus membaik dari tahun ke tahun,” terang Kadis Kesehatan Aceh Besar Anita, SKM, M.Kes melalui stafnya di bagian pengelolaan gizi.

Siapkan Asupan Makanan Bergizi dan Ciptakan Lingkungan Sehat

Gotong royong rutin: perangkat Gampong dan Kader posyandu melakukan goyong royong setiap bulan untuk menciptakan lingkungan sehat. Foto: dok redaksi

Bila telah tiba masa waktu menjelang pelayanan Posyandu, seluruh kader Posyandu di Komplek Perumahan Care, bergotong royong membersihkan lingkungan Kantor PKK atau Pos tempat peyanan Kesehatan (Posyandu). Hal itu dilakukan secara rutin oleh kelima kader Posyandu hingga dua hari menjelang pelaksaan Posyandu dilaksanakan.
Para kader rela meninggalkan perkejaan mengurus rumahnya dan keluarga demi terwujudnya lingkungan pusat pelayanan Posyandu bersih dan sehat.

“Gotong-royong ini kita adakan setiap menjelang pelaksanaan pelayanan Posyandu, supaya masyarakat yang datang dapat mengaplikasikan budaya bersih ke lingkungan rumah masing-masing,” kata Zahara, kader Posyandu lainnya di Komplek tersebut.

Untuk persiapan makanan sehat yang akan diberikan kepada semua peserta penerima layanan Posyandu di komplek tersebut, ditambahnya, setiap sehari sebelum posyandu dilaksanakan seluruh kader secara bersama-sama mengolah sejumlah bahan makanan mentah untuk disiapkan menjadi makanan siap konsumsi.

“Menyiapkan makanan asupan bagi penerima manfaat ini kita siapkan pada malam menjelang pelaksanaan Posyandu, sehingga makanannya tidak mengalami kadaluarsa,” timpalnya lagi.

Kegiatan pendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat itu dilakukan kader Posyandu secara rutin tiap bulannya. Selain melaksanakan sejumlah kegiatan yang telah diprogramkan dan sudah terjadwal sedemikian rapi, para kader Posyandu tersebut juga kerap melakukan koordinasi dengan lintas pemerintah Gampong bersangkutan dan petugas dari Puskesmas yang membimbing para kader tersebut.

“Setiap bulan kami melakukan persiapan makanan bagi pengunjung posyandu dan seluruh makanan dan minuman kami siapkan secara bersama sama dengan berpedoman pas list yang diberikan dari Puskesmas,” demikian pungkas Zahara.(***)

Not: Tulisan ini ditulis oleh Dahlan.ZA (Peserta Pelatihan Jurnalis Online oleh Lembaga PKBI, Unicef, AJI /Oktober 2021)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button