judul gambar
HukumSuara Rakyat

Beredar Isu, Pagu Anggaran Publikasi Aceh Besar Tahun Ini Kalahkan Pagu Proyek Fisik

ABN.Id| Aceh Besar–  Pada umumnya prioritas pembangunan di suatu daerah terfokus pada pembangunan fisik, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ekonomi masyarakat dengan mengalokasikan anggaran secara optimal dan jauh lebih besar dibandingkan fokus program lainnya, tapi hal itu berbeda dengan Aceh Besar, dimana pagu anggaran publikasi yang dialokasikan dua kali libat lebih besar dibandingkan pagu proyek fisik terbesar yang ada instansi pekerjaan umum setempat.

“Setahu saya tidak ada pekerjaan fisik di dinas kami dengan pagu lebih dari lima milyar untuk tahun ini,” kata Syahrial Plt Kepala Dinas PUPR Aceh Besar yang dikonfirmasi media ini, Sanin siang tadi.

Informasi yang dihimpun media ini terkait dengan biaya publikasi Kegiatan Pemkab Aceh Besar tahun 2021disebut-sebut mencapai Rp 12 Milyar lebih. Dana tersebut ditempatkan di tiga instansi Kabupaten tersebut, yakni Dinas Komunikasi Informasi dan telematika (Diskomintel) senilai Rp 10.550.000.000 (Sepuluh Milyar Lima Ratus Lima Puluh Juta Rupiah), Sekretariat Dewan (Sekwan) Rp 1.000.000 (Satu Milyar rupiah) dan selebihnya di Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Aceh Besar.

Terkait jumlah pasti biaya publikasi yang ditempatkan di bagian Humas Setdakab, hingga berita ini dirilis, belum berhasil memperoleh informasi akurat. Namun, beberapa sumber yang dicoba komunikasi menyebutkan hanya ratusan juta rupiah saja.

“Belum jelas jumlah anggaran publikasi di bagian kami tahun ini,yang jelas kurang tahun ini,” kata salah seorang sumber media ini di Kota Jantho, Senin sore tadi.

Rp 11,55 Milyar Atas Nama Pokir

Belasan Milyar rupiah anggaran yang dialokasikan untuk publikasi tersebut merupakan jumlah anggaran yang cukup pantastis untuk kegiatan pencitraan bagi sebuah kabupaten, tentu saja para perusahaan media massa yang selama ini berkontribusi di wilayah itu, bakal bergembir ?

Tunggu dulu, tak semudah yang dibayangkan untuk memperoleh bagian dari kue APBK murni tahun 2021 itu, sebab disebut-sebut sejumlah dana yang dialolasikan untuk publikasi kegiatan yang dilaksanakan oleh OPD di Aceh Besar itu, telah ada rekanan yang telah mendapatkan restu untuk mengerjakan kegiatan publikasi menggunakan sejumlah anggaran tersebut.

Anggaran tersebut disinyali program pesanan dari pihak tertentu kepada pihak yang bermitra, artinya, bukan semua media yang beroperasi di Aceh Besar dapat memperoleh bagian dari biaya publikasi tersebut.

“Pihak Dinas yang mengelola hanya menjalankan realisasi sesuai dengan memo yang disodorkan,” ungkap sumber lain yang mengaku mengetahui jumlah pagu Anggaran di Diskomintel Aceh Besar itu.

Berdasarkan data dari Dinas Komintel Aceh Besar, hingga memasuki bulan Maret ini sudah ada 7 (tujuh) perusahaan media massa yang telah mengajukan diri untuk melakukan kegiatan publikasi dari Anggaran Rp 10 milyar lebih itu. Anggaran sebsar itu dipecahkan beragam jumlah mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 200 juta.

Sumber media ini juga menyebutkan, umumnya pekerjaan tersebut dikerjakan oleh media cetak. Sementara untuk rekanannya juga tercatat media elektronik berupa televisi, radio dan media online.

Bila dilihat dari kegiatan publikasi Aceh Besar selama ini, sejumlah media massa terlibat dalam mempublikasi Kabupaten Aceh Besar, baik kegiatan Bupati, Wakil Bupati maupun kegiatan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) hingga ke lini gampong, baik cetak, Elektrinik maupun online.

Ironisnya, saat “Kue” Anggaran Publikasi dihidangkan dengan ukuran lebih besar, ternyata penikmatnya hanya secuil media massa yang notabennya memiliki “Modal besar”. Ada apa dengan anggaran Publikasi Kabupaten Aceh Besar tahun ini ? (Redaksi)

Penulis : Dahlan
Editor : Chandra

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button