judul gambar
AdvetorialDaerahEkonomiPemerintahanReligi

Berantaskan Rentenir, Baitulmal Aceh Besar Gandeng Kopsyah Baitul Misykat

Berita Nasional Aceh- Aceh Besar| Badan Baitulmal Kabupaten Aceh Besar dan Kopsyah Baitul Misykat menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dalam upaya memberantaskan pelaku rentenir yang beroperasi di wilayah hukum Aceh Besar selama ini sekaligus rencana pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin melalui dukungan dana dari ZIS Aceh Besar.

Penandatangan PKS itu dilakukan langsung oleh Kepala Baitulmal Aceh Besar, Drs Zamri A Rafar yang didampingi oleh Kepala Sekretaris Baitul Mal Aceh Besar Heru Saputra, SH, MH dan dari Baitul Misykat ditandatangani oleh Ketua Putra Chamsah didampingi oleh Sekretarisnya Adista Amaliyah di lobi Kantor Baitul Mal Aceh Besar, Kamis (26/8). Turut disaksikan oleh Ketua Mahkamah Syariah Jantho Siti Salwa, SH, MH dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Aceh Besar, Abrar ZYM, S.Ag, MH yang diwakili oleh Imran.

Kepala Baitulmal Aceh Besar, Zamri A Rafar kepada media ini mengatakan bahwa kerjasama yang dibangun dengan Baitul Misykat merupakan upaya untuk kelancaran dalam membantu masyarakat miskin sebagai salah satu penerima Zakat (asnaf) dengan titik target adalah para nyak-nyak pedagang kecil di pasar dalam Kabupaten Aceh Besar.

Selain itu, penyaluran modal usaha yang bersumber anggaran dari ZIS yang terkumpul di Baitulmal Aceh Besar ini juga upaya pemerintah dalam memberantaskan praktek Rentenir yang selama ini sangat dikeluhkan para pedagang kecil di pasar, karena tekanan bunga yang dipatok cukup besar dibalik praktek rentenir tersebut merupakan salah satu pekerjaan yang diduga mengandung unsur riba (Haram).

“Untuk tahun ini kita menganggarkan biaya seratus juta untuk membantu para fakir dan miskin yang saat ini membutuhkan bantuan modal usaha dan melepaskan mereka dari jeratan rentenir,” kata Heru Saputra menambahkan

Sementara Putra Chamsah sebagai ketua Kopsyah Baitul Misykat yang menjadi partner Baitul Mal Aceh Besar dalam upaya pemberantasan praktek haram para rentenir itu mengatakan bahwa aksi rentenir yang ada khususnya di Aceh Besar berawal dari pihak luar yang memainkan bisnis simpan pinjam cepat dan mudah.

Tawaran tersebut termakan oleh masyarakat yang memang sedang membutuhkan bantuan dan sedang sekarat ekonomi, namun tidak menyadari bahwa peminjaman tersebut berujung kerugian besar bagi si peminjaman, karena bunga yang ditetapkan cukup besar.

“Lebih kurang sekitar seratus empat puluh lima persen bunga pertahun yang harus dibayar oleh sipeminjam dalam setiap pinjaman yang diambil dan umumnya peminjam merupakan mereka yang sedang melarat keuangan dan butuh mendadak,” kata Putra

Menurut Putra praktek tersebut kini sudah menjalar dengan sangat luas bahkan hingga ke pasar kecil ditingkat kecamatan dan kampung bahkan kepada lingkungan keluarga di perkampungan dan hasil survie yang pernah dilakukan oleh pihaknya umumnya peminjam akibat mendadak keperluan uang untuk sesuatu yang sangat penting serta tidak ada solusi lain untuk mendapatkan keuangan yang dibutuhkan.

“Umumnya pengambil pinjaman dari rentenir adalah mereka yang sangat membutuhkan uang dan tidak ada solusi lain,” demikian Jelas Putra Chamsah.

Dalam PKS yang ditandatangani kedua belahpihak itu menyebutkan tujuan dari kerjasama itu yaitu untuk menyalurkan ZIS kepada masyarakat Fakir miskin dengan tepat melalui sektor pemberdayaan ekonomi terutama yg terjerat rentenir sekaligus untuk melepaskan beban masyarakat miskin yang kini terjerat dengan hutang akibat kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

Baitulmal Aceh Besar akan menghibahkan sejumlah dana melalui Baitul Misykat untuk dikelola dan disalurkan kepada para pedagang kecil (nyak-nyak) tanpa dibebankan bunga apapun sesuai mekanisme dan metode yang telah dijalankan oleh Baitul Misykat selama ini. (Redaksi)

Penulis : Dahlan
Editor : Zulfikar

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button