judul gambar
DaerahPeristiwa

Banjir Bandang di Lamno Rubuhkan Tanggu Pengaman Sungai, Pante Cermin Terancam

Berita Nasional Aceh- Aceh Jaya| Sepanjang 50 meter tanggul pengaman Sungai di Gampong Pante Cermin, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya Rubuh setelah dihantam Banjir bandang yang terjadi pada Jumat sore (9/7).

Banjir yang terjadi akibat intensitas hujan yang cukup lebat sejak kamis malam hingga Jumat itu juga mengakibatkan meluap sejumlah sungai yang ada di kawasan pedalaman Lamno itu, namun tidak ada korban jiwa atau pengungsian dalam peristiwa tersebut, namun Akibat rubuhnya tanggul dimaksud dipastikan Gampong yang berada di bawah hilir sungai posisi tanggul akan terancam bila banjir kembali terjadi.

Hazami salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Jaya yang dikonfirmasi media ini, Sabtu sore kemarin, mengatakan dirinya dan sejumlah unsur muspika Jaya telah meninjau peristiwa tersebut dan telah melaporkan persoalan itu ke Pemerintah Aceh Jaya.

Salah satu rumah warga yang tergenang air pasca rubuhnya tanggul pengaman sungai di Gampong Pante Cermin. Foto: Dok Redaksi

“Kita sudah turun ke lokasi pada hari kejadian itu dan sudah kita laporkan kepada Bupati Aceh Jaya,” kata Hazami.

Ia berharap Pemerintah Aceh Jaya dapat merespon positif terhadap laporan tersebut dan segera turun ke lokasi selanjutnya dapat dibangun segera, mengingat kebutuhan tanggul pengaman sungai itu sangat urgen bagi gampong Pante Cermin, untuk menangkal luapan air saat banjir terjadi.

“Tanggul pengaman sungai itu sangat penting bagi Gampong Pante Cermin, karena hanya dengan tanggul tersebut penangkalan luapan air sungai dapat dilakukan,” demikian jelas dan Pungkas Hazami.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini Banjir yang terjadi pada Jumat Sore (dua hari lalu) merupakan banjir ke dua setelah Senin awal pekan lalu juga terjadi banjir serupa, tetapi tidak mengakibatkan kerusakan pada Tanggul pengaman sungai.

Abrasi bibir sungai kerab terjadi tatkala banjir melanda, namun pasca dibangunnya tanggul pengaman tersebut pada beberapa tahun silam, abrasi pun telah berhasil dihindari demikian juga antisipasi luapan air sungai ke perkampungan warga.

Rilis BMKG Minggu 11 Juli 2021

Berikut kami sampaikan potensi hujan lebat kategori 3 di wilayah:

1. Kabupaten Nagan Raya meliputi Kecamatan; Seunangan Timur, Beutong, Darul Makmur, Tadu Raya, Tripa Makmur, Kuala, Kuala Pesisir, Suka Makmue, Seunangan.
2. Kabupaten Aceh Barat Daya, meliputi Kecamatan; Babah Rot, Kuala Batee
3. Kabupaten Aceh Barat meliputi Kecamatan; Johan Pahlawan, Sungai Mas, Sama Tiga, Kawai XVI, Meureubo, Pantai Ceureumen, Panton Reu, Woyla, Bubon, Arongan Lambalek, Woyla Barat, Woyla timur.
4. Kabupaten Aceh Jaya meliputi Kecamatan ; Pasie Raya, Teunom, Panga, Krueng Sabee, Setia Bakti, Samponit, Darul Hikmah, Indra Jaya, Jaya.
5. Kabupaten Bireun meliputi Kecamatan; Juli, Peudada, Peulimbang, Jeunieb.
6. Kabupaten Bener Meriah meliputi Kecamatan; Pintu Rime Gayo.
7. Kabupaten Aceh Tengah meliputi Kecamatan; Ketol, Reusep Antara.
8. Kabuoaten Aceh Tenggara meliputi Kecamatan; Lawe Alas, Darul Hasanah, Babussalam, Tanoh Alas, Bembel, Lawe Sumur, Lawe Bulan, Deleng Pokhkisen, Bandar, Ketambe.

Dampak:

– Sulit mengendarai kendaraan di jalanan.
– Sebagian kelompok masyarakat terisolir.
– Mulai terjadi kerusakan pada rumah tangga dan bangunan lainnya.
– Sebagian masyarakat kehilangan mata pencaharian dan hewan ternak.
– Jembatan yang rendah tidak dapat dilintasi.
– Gangguan lalu lintas karena jalan utama banjir atau ditutup.
– Mulai terjadi kerusakan pada jalan dan jembatan
– Gangguan skala sedang dan jangka menengah pada layanan air bersih/minum, listrik dan gas.
– Gangguan skala sedang dan jangka menengah pada operasional sekolah dan rumah sakit.
– Mulai terjadi kerusakan pada tanggul-tanggul sungai.
– terjadi longsor, guguran bebatuan, atau erosi tanah dalam skala menengah.
– mulai terjadi wabah penyakit menular.
– Volume aliran sungai meningkat/banjir
– Terjadi kerusakan pada Sebagian tanaman
– Terjadi pendangkalan pada sungai dan bendungan tidak berfungsi.
– Terjadi aliran puing, lahar atau lumpur skala menengah.
– Penerbangan pesawat ditunda/dibatalkan.
– Gangguan pada kegiatan di Pelabuhan (kapal/perikanan).
– Terjadi genangan air di daerah pesisir atau dataran rendah dalam skala menengah.
– Aliran Banjir berbahaya dan mengganggu aktivitas masyarakat dalam skala menengah.

Yang harus dilakukan / rekomendasi:
– Tetap tenang dan waspada.
– Berhati-hati jika beraktivitas diluar rumah.
– Memperbaharui informasi melalui media massa ataupun media sosial.
– Mencari informasi melalui pihak-pihak terkait kebencanaan.
– Tidak beraktifitas diluar rumah jika tidak mendesak
– Berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan.
– Mengamankan dokumen-dokumen penting.
– Mengondisikan barang-barang agar aman dari bencana.

Demikian kami keluarkan peringatan dini cuaca ini dan dapat diakses di www.signature.bmkg.go.id. (Redaksi)

Penulis : Dahlan
Editor : Zulfikar

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button