judul gambar
DaerahPendidikan

Alumni MAPK Aceh Jadi Rektor IAIN Lhokseumawe

ABN.Id| Kota Lhoksemawe – Dr. Danial, S.Ag., M.Ag, merupakan lulusan pertama pada Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Aceh di Banda Aceh yang berdiri tahun 1990, di lantik sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe masa jabatan 2021-2025.

Pelantikan Rektor IAIN Lhokseumawe itu dilakukan bersamaan dengan pengukuhan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Banten serta sejumlah Pimpinan dan Pejabat Eselon II pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), di Operation Room Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa, 2 Maret 2021.

Madrasah dengan spesialisasi adalah metamorfosis dari Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) sebagaimana diprakarsai Menteri Agama Munawir Sadzali (1988-1983).

Madrasah Aliyah Program Khusus digagas pada 1987 sebagai proyek prestisius dan ambisius Departemen Agama mengantisipasi akutnya persoalan madrasah, terutama menyangkut pengaderan ulama (program tafaqquh fid-din).

MAPK adalah pilot project membentuk generasi baru untuk dipersiapkan menjadi pegawai Kemenag yang lebih profesional, berwawasan luas, dan moderat agar mampu memahami perbedaan pemikiran keagamaan masyarakat. Meminjam istilah yang sinis dari Karen Steenbrik, sebagai white collar job.

Di sekolah ini diterapkan kurikulum padat agama dan bahasa (Arab dan Inggris) serta pembelajaran intensif dengan sistem asrama, seperti pesantren.

Mula-mula dibuka di lima tempat, yaitu Padang Panjang, Ciamis, Yogyakarta, Jember, dan Ujung Pandang. Sedangkan pada Tahun 1990 dibuka lagi di Lampung, Surakarta, Mataram, dan Martapura serta Aceh.

Dengan seleksi ketat dan pendanaan memadai (didukung proyek), MAPK dinilai berhasil menyiapkan lulusan kader ulama dengan wawasan keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan yang menawan.

Program yang diusung MAPK adalah tafaqquh fi al-din (pendalaman ilmu agama). MAPK adalah lembaga pendidikan formal nonpesantren yang berperan sebagai penyambung (setidaknya sebahagian dari) “tradisi pesantren” yang tujuannya untuk ber-tafaqquh fiddin dengan trade mark dan unsur utamanya mengkaji kitab kuning.

Setiap siswa MAPK juga dituntut menguasai tujuh kecakapan untuk bertahan hidup (the seven survival skills) ala Tony Wagner (2008) dalam buku the Global Achievement Gap, meliputi ; pertama, berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah. Kedua, bekerja sama dalam jaringan dan memimpin dengan pengaruh. Ketiga, ketangkasan dan mampu beradaptasi.

Keempat, berinisiatif dan kewirausahaan. Kelima, komunikasi efektif baik lisan maupun tulis. Keenam, mengakses dan menganalisis informasi. Ketujuh, rasa ingin tahu dan daya imajinasi.

Sejak didirikan hingga kini, MAPK telah meluluskan ribuan alumni. MAPK berhasil menelurkan intelektual yang agamawan andal dan dan saat ini alumninya menempuh studi ke seantero perguruan tinggi elite di Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan Timur Tengah.

“Pesantren negeri” ini, khusus Aceh sudah melahirkan pribadi dan nama-nama besar, sebut saja DR. Danial yang baru saja dilantik jadi Rektor IAIN Lhokseumawe, DR. Fikri sebagai pejabat pada Dinas Syariat Islam Aceh.

DR. Muhammad Yasir Yusuf, pakar Ekonomi Syariah pada UIN Ar Raniry, DR. Ismsil Fahmi Ar Rauf Nasution di IAIN Cot Kala Langsa, Teuku Kemal Fasya Dosen UNIMAL Aceh Utara yang juga pakar Sosiologi.

DR. Ihkwanuddin Harahap pada IAIN Padang Sidempuan, Abu Irawan sebagai Anggota Parlemen Aceh, DR. Ahmad Fauzan pada Universitas Malikussaleh, di kalangan Pengusaha mandiri ada Syekh Ahmad Faisal alumni Mesir, ada Saifuddin alumni Walisongo Semarang, Yusrifan juga pengusaha sukses, hingga Fauzan Santa sebgai budayawan.

Kemudiah Ust. Arif Rahmatillah di Pesantren Terpadu Al Muslimun, juga Subhan mantan anggota parlemen yang kembali ke kampus plus pengusaha.

Bahkan yang mengabdi pada Kementerian Agama juga sangat banyak, ada Ainul Aswad sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Langkat, DR. Muliadi Imami di Kemenag Aceh Tenggara.

Juga DR. Muhammad Iqbal di Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh dan Shaifuddin Fuady juga sederet nama para KUA yang pernah menjadi KUA Teladan tingkat nasional.

Alumni MAPK terbukti mampu berkiprah di semua matra kehidupan: politik, ekonomi, sosial budaya, media, dan militer. (Redaksi)

Editor : Dahlan
Koresponden: Mur

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button