judul gambar
AdvetorialDaerahHukumPeristiwa

7 Pelanggar Qanun Jinayat dari Tiga Kecamatan Dieksekusi Cambuk di Kota Jantho

ABN.Id| Aceh Besar – Tujuh pelanggar Qanun Jinayat dieksekusi di depan umum di lingkungan Masjid Al Munawarah Kota Jantho, Aceh Besar, Jumat (5/3).

Terhukum terdiri dari empat orang (dua pasangan) pelanggar Qanun Jinayat tentang Penzinaan dengan hukuman masing-masing 100 (seratus) kali cambuk rotan, dua orang (satu pasangan) melanggar Qanun Jinayat tentang Jarimah ikhtilath (berdua duaan di tempat sepi) dengan hukuman masing -masing 25 kali cambuk dan seorang terhukum lainnya diputuskan Mahkamah Syariah terbukti melakukan judi on line dengan hukuman 12 kali cambuk rotan, dipotong masa menjalani tahanan.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar Rajendra D Wirinataya, SH, kepada awak media mengatakan, terhukum merupakan hasil tangkapan oleh warga dan aparat keamanan sejak Oktober lalu.

“Terhukum yang dieksekusi hari ini merupakan kasus yang ditangani oleh penegak hukum sejak Oktober lalu,” kata Rajendra.

Lanjut Rajendra, dua pasangan terhukum zina berasal dari Kecamatan Darul Imarah, Dua terhukum Jarimah Ikhtilath, kasus yang ditemukan di Kecamatan Baitussalam dan terhukum judi Online dari Kecamatan Lhoknga.

“Mudah-mudahan dengan kita tegakkan aturan ini akan mendapat rahmat dari Allah SWT,” harap Rajendra.

Dihantam Hujan Deras Panggung Eksekusi Cambuk Aceh Besar Rubuh

Detik detik rubuhnya panggung eksekusi Uqbat Cambuk di kota Jantho, akibat didera hujan lebat. Foto: Dok Redaksi.

Menjelang usainya eksekusi hukuman cambuk kepada tujuh terhukum cambuk yang dieksekusi, Jumat sore, tiba-tiba atap panggung eksekusi rubuh. Peristiwa itu terjadi pada sesi terakhir terhukum menjalani eksekusi.

Prosesi eksekusi sempat terhenti beberapa menit, karena air yang tumpah dari atap panggung berhamburan ke lantai panggung eksekusi dan membasahi petugas dan terhukum,

Hujan deras yang mengguyur Kota Janto, Jumat sore itu mematahkan rangka atap panggung dan atap juga mengalami bocor yang cukup serius.

Namun, peristiwa tersebut tidak menyurutkan petugas untuk menuntaskan tugasnya mengeksekusi pelaku zina pasangan wanita yang mendapatkan giliran cambuk terakhir saat itu.

Saat peristiwa terjadi, eksekusi kepada pelaku zina (salah satu pasangan wanita) baru berjalan 50 kali cambuk dari 100 kali cambuk yang harus diterima.

Akibat hujan deras itu, seluruh petugas dan algojo juga ikut basah kuyub, meski tidak mengakibatkan eksekusi cambuk gagal dilanjutkan.

“Hooo…bocor bocor,” terdengar suara dari warga yang hadir, sementara petugas seketika menghentikan sejenak eksekusi cambuk atas wanita muda itu dan merapikan kembali lokasi eksekusi serta selanjutnya menuntaskan tugasnya.

Cambuk Selanjutnya Akan di Gelar di Lingkungan Masjid Seulimum

Terhukum cambuk pasangan wanita diamankan di dalam ambulan, sesaat sebelum menjalankan eksekusi cambuk. Foto: Dok Redaksi

Kasat Pol PP/WH Aceh Besar, Rusli, mengabarkan bahwa untuk eksekusi cambuk selanjutnya akan digelar di Lingkungan Masjid Seulimum, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar.

Di lingkungan Masjid Seulimum itu direncanakan akan dibangun panggung sementara untuk menggelar eksekusi cambuk kepada terhukum pelanggaran Qanun Jinayat Aceh itu.

“Kita akan menggunakan panggung sementara sebagai tempat eksekusi, hal ini juga pernah kita laksanakan tahun lalu di Masjid Kecamatan Darul Imarah,” Sebut dan pungkas Rusli, namun Rusli tidak menyebutkan berapa orang terhukum dan terlibat kasus apa saja. (Adv).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button